Kamis, 24/03/2011 05:43 WIB

Dijadikan Tersangka, Keluarga Balita Terperosok Eskalator Surati Kapolri

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Keluarga balita yang terperosok eskalator Rio Alaiansyah Ramadhan (3) menyurati Kapolri menyusul ditetapkannya Pardi (17), paman korban. Keluarga meminta keadilan karena Padri adalah saksi yang diajukan oleh orang tua Rio.

"Kami mohon kepada Bapak Kapolri, Kabareskrim Mabes Polri dan Bapak Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri untuk dapat melakukan gelar perkara di Mabes Polri guna memeriksa dan meneliti penyidikan demi terwujudnya rasa keadilan di tengah-tengah kehidupan masyarakat," kata kuasa hukum keluarga Rio, David Tobing saat dihubungi wartawan, Kamis(24/3/2011).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah melakukan Gelar Perkara yang hasilnya pihak penyidik menyatakan belum dapat menentukan Tersangka karena belum memiliki bukti yang cukup. Selain itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara juga memerintahkan agar Penyidik menyita Barang Bukti berupa patahan 'yellow' eskalator beserta benda berupa besi sepanjang 3 cm dan baut-baut kecil berbentuk seperti payung dari Rumah Sakit Husada. Karena hingga bulan November 2010 pihak Penyidik belum melakukan penyitaan terhadap Barang Bukti tersebut.

"Gelar perkara ini juga sangat penting dilakukan mengingat proses pemeriksaan Laporan Polisi telah dilakukan sejak tanggal 19 Mei 2009 hingga saat ini atau sudah 2 tahun ," imbuh David.

Seperti diketahui, pada 12 Mei 2009 Rio dan Pardi sedang turun eskalator di Pasar Pagi Mangga Dua. Karena sebab yang belum di ketahui, kaki Rio masuk ke eskalator hingga menghancurkan betis kanan Rio. Diduga kuat disebabkan pecahnya anak tangga eskalator. Keluarga Rio sudah melakukan upaya hukum perdata untuk minta ganti rugi tapi ditolak oleh PN Jakpus. Sekarang, keluarga Rio malah mendapat serangan balik dengan ditetapkannya Pardi sebagai tersangka.

Kasus terperosoknya balita bukan yang pertama. Sebelumnya, seorang balita masuk dalam eskalator di sebuah mal di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta pada 23 April 2009. Kaki balita tersebut mengalami luka serius. Kasus ini diselesaikan dengan perdamaian dan tidak dilanjutkan ke proses hukum.

Eskalator juga sempat memakan kaki Aurel Putri Rivelia (4) yaitu kaki Aurel terjepit dan harus kehilangan jari kelingkingnya karena masuk ke eskalator di Hi Tech Mall Surabaya pada 27 September 2010. Kasus ini tidak berlanjut ke pengadilan. Dari berbagai kasus, hanya Rio yang masuk ke pengadilan. Lainnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/feb)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%