detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 23/03/2011 19:35 WIB

Dari 6.571 Guru Bantu, Pemprov DKI Baru Sediakan 850 Formasi CPNS

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Nasib guru bantu di DKI Jakarta sepertinya masih banyak yang belum jelas. Dari 6.571 guru bantu di Jakarta, Pemprov DKI hanya mampu menyediakan 850 formasi CPNS di tahun ini.

"Ada 850 kursi atau formasi dari 6.571 jumlah guru bantu di Jakarta," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai rapat tertutup antara Komisi II DPR dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Apatur Negara, Pemprov DKI dan Pemprov Jawa Tengah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).

Menurut Prijanto, tahun ini Pemprov DKI hanya mampu menyediakan 850 formasi CPNS untuk guru bantu. 850 Formasi tersebut akan ditempatkan menjadi guru-guru di sekolah negeri yang tersebar di Jakarta.

"Kalau dari DKI kita hanya mampu menyediakan itu. Tapi kalau dari Kementerian Pendidikan Nasional tahun ini akan ada 1.411 formasi CPNS untuk guru bantu seluruh Indonesia," terang Prijanto.

Masalah kepegawaian di Jakarta bukan hanya guru bantu, tenaga honorer juga masih membengkak. Tidak kurang dari 22.448 tenaga honorer masih menjadi beban DKI Jakarta.

Para tenaga honorer tersebut menurut Prijanto tersebar di berbagai SKPD. Nasib para tenaga honorer inipun tidak lebih baik dari guru bantu.

"Soal tenaga honorer, itu masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) dari MenPAN. Jumat besok kita baru akan rapat," tandas Prijanto.




Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(her/ape)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%