Kamis, 17/03/2011 03:14 WIB

Kalemdikpol Usul Sespim Digelar di Polda-polda

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Lemdikpol) Mabes Polri Komjen Pol Oegroseno menyatakan akan membuat perubahan besar dalam sistem pendidikan di tubuh Polri. Salah satunya adalah pelaksanaan pendidikan Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) direncanakan tidak lagi dilakukan di Cisarua, Bogor, namun di Polda masing-masing.

Hal ini disampaikan Oegroseno saat acara perpisahan dengan anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut di salah satu cafe di kawasan Bandara Polonia Medan, Rabu (16/03/2011) malam.

Oegroseno mengatakan, pelaksanaan pendidikan Sespim di Polda masing-masing memiliki alasan tersendiri. Tujuannya agar tenaga dan pikiran siswa Sespim tetap bisa dimanfaatkan di wilayah tugasnya masing-masing.

"Tidak seperti sistem pendidikan Sespim selama ini, siswa wajib pindah ke lokasi sekolah. Sebagian terpaksa membawa keluarga hingga mengeluarkan biaya tinggi. Sedang sebagian lagi terpaksa berpisah dengan keluarga. Ini tidak efektif," papar Oegroseno.

Sistem pendidikan tersebut rencananya akan diajukan nantinya kepada Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dalam waktu dekat. "Semoga rencana ini disetujui atasan saya agar pembekalan keilmuan di jajaran Polri bisa efektif dan tepat guna," beber mantan Kapolda Sumut ini.

Sementara Ketua IMI Sumut, Musa Rajeck Shah mengatakan, salah satu kebijakan Oegroseno saat menjabat Kapolda Sumut yang dapat dicontoh adalah membudayakan patroli hemat energi. Personil polisi yang selama ini menggunakan sepeda motor, secara perlahan dikurangi dengan memanfaatkan sepeda dan sepatu roda.

"Kebijakan ini patut dicontoh Polda lainnya, karena dapat mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan," kata Musa.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/ape)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%