Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/03/2011 13:34 WIB

Panglima TNI & Kapolri Terima Brevet Komando Kehormatan Kopassus

Ramadhian Fadillah - detikNews
Panglima TNI & Kapolri Terima Brevet Komando Kehormatan Kopassus (foto: Ramadhian/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo menerima brevet komando kehormatan Kopassus TNI AD. Mereka pun diberi baret merah khas pasukan khusus TNI AD ini.

Pemberian tanda kehormatan ini digelar di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2011).

"Saya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih dapat menjadi anggota kehormatan Kopassus. Saya merasa bangga," ujar Agus yang menjadi inspektur upacara.

Agus berharap dengan diberikan tanda kehormatan ini, hubungan kekeluargaan antar angkatan dan Polri dapat terjalin. Selain itu semangat komando diharapkan bisa meningkatkan rasa pengabdian pada bangsa.

"Semoga memupuk jiwa korsa antara TNI AD, AL, AU dan Kapolri yang menjadi tulang punggung pertahanan dan keamanan negara," harapnya.

Kasad Jenderal George Toisutta, Kasal Laksamana Soeparno dan Kasau Marsekal Imam Sufaat juga menerima kehormatan yang sama.

Kelima perwira tinggi itu tampak mengenakan baju loreng khas kopassus plus baret merahnya. Tidak lupa, pisau komando emas juga terselip di pinggang.

Walau tidak perlu menempuh pendidikan komando selayaknya prajurit Kopassus, para jenderal ini turut mencicipi aksi menjadi pasukan khusus. Mulai dari merayap di tali, menerima perintah operasi, halang rintang, hingga melakukan seruan mendadak ala pasukan khusus.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rdf/gun)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%