detikcom

Kadisdik DKI Taufik: Percaya Diri Siswa Salah Satu Faktor Sukses UN

Nurvita Indarini - detikNews
Kamis, 10/03/2011 12:07 WIB
Jakarta Bulan depan, siswa-siswi SMP, SMA, SMK dan yang sederajat akan mengikuti Ujian
Nasional (UN). Agar sukses mengerjakan UN, penting untuk membangun percaya diri
murid. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah tergoda iming-iming bocoran soal yang
menyesatkan.

"Kami ingin mengajak peran serta masyarakat, dan peran serta keluarga untuk
membangun percaya diri anak. Menjelang ujian, mental mereka biasanya fluktuatif
sehingga kadang merasa gamang. Karena itu pendampingan keluarga sangat diutamakan," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto.

Berikut ini wawancara detikcom dengan alumnus Universitas Negeri Jakarta yang
pernah pula menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI ini, Kamis (10/3/2011):

UN tinggal sebulan lagi. Bagaimana persiapannya di DKI?


Sebulan ini berjalan terus persiapannya. Karena ini rutin yang berjalan setiap
tahun, maka ini merupakan bagian dari annual program. Meski rutin, tapi sudah
disiapkan sejak jauh hari. Sudah sosialisasi ke sekolah dan rayon-rayon, termasuk
penunjukkan panitia yang berpengalaman.

Meski ini rutin, tapi tidak ingin terjebak rutinitas semata. Kami tetap ingin
mempersiapkan dan mengerjakan ini dengan cermat, teliti, sehingga bisa
menyelenggarakan UN yang lancar, jujur, tertib dan bertanggung jawab. Kami ingin
hasilnya lebih baik.

Termasuk persiapan 5 paket soal di satu ruangan?


Tender percetakan sudah berjalan, sudah dilakukan. Ini merupakan salah satu kontrak
kerja yang harus dipenuhi. Bahkan bukan hanya 5 soal, tetapi dengan cadangan ada 6
soal. Untuk mencetak soal ini tentu butuh ketelitian dan kecermatan sebagai bagian
dari pelaksanaan. Ini sudah dijalankan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa
No 54 tahun 2010. Profesionalitas harus dikedepankan.

Berkaca dari tahun lalu bagaimana hasil UN-nya?


Tahun lalu, SD, SMP, SMA dan SMK serta yang sederajat di atas 99 persen lebih.
Tentunya tahun ini kami berharap, angka kelulusan bisa mencapai 100 persen.

Bagaimana meminimalkan kebocoran soal?

Menggandeng pihak-pihak terkait merupakan standar prosedur utama, termasuk
kepolisian dan pengamanan setempat. Ini juga semacam komitmen bahwa tenaga yang
dipekerjakan harus bertanggung jawab penuh menjaga kerahasiaan ini. Polisi juga
biasa untuk membantu pengamanan areal dan dokumen negara.

Bagaimana peran guru?

Guru sebagai pentransfer ilmu, tentu memiliki peran. Guru perlu memiliki kompetensi pedagosis yang harus dikedepankan dalam pembelajaran. Karena itu, pedagogis harus prima dan ditingkatkan terus terkait tantangan yang dinamis dan maju.

Guru juga harus memiliki kompetensi profesional. Di mana guru merupakan profesi
sehingga perlu ada etiket, kode etik yang harus dijaga dan latar belakang akademis
yang sejalan terutama dalam konteks keilmuan dia di pendidikan dan pengajaran.

Selain itu, guru juga harus memiliki kompetensi sosial. Karena guru juga berhadapan
dengan manusia lain, selain dengan sesama guru juga dengan murid, orangtua dan
masyarakat. Pelajaran yang mengandung ilmu dan nilai itu harus ditransfer ke murid,
termasuk juga nilai, kesantunan, etiket dan karakter.

Guru adalah juga panutan, makanya ketika berhubungan dengan orang lain harus juga berbasis pada kecerdasan sosial. Selain itu perlu juga kompetisi personal. Karena itu harus juga menarik dalam mengajar dan penampilan. Bukan berarti harus cantik atau ganteng tapi bisa menampilkan inner beauty agar bisa menampilkan sosok guru yang digugu dan ditiru.

Agar para siswa sukses UN apa yang perlu diperhatikan?


Kami ingin mengajak peran serta masyarakat, dan peran serta keluarga untuk
membangun percaya diri anak. Menjelang ujian, mental mereka biasanya fluktuatif
sehingga kadang merasa gamang. Karena itu pendampingan keluarga sangat diutamakan.

Di rumah misalnya, orangtua mendatangi kamar anak yang sedang belajar. Lalu ditanya besok ada pelajaran apa, ada tugas apa, ada kesulitan atau tidak. Lakukan itu sambil memegang tangan atau kepalanya, sehingga anak merasa diperhatikan. Lalu makan pagi bersama anak, bicarakan juga apa yang terjadi di sekolah.

Gunakan juga media komunikasi yang lain seperti twitter atau facebook untuk menyapa dan mendukung kegiatan anak. Dengan limpahan perhatian itu bisa memupuk percaya dirinya. Komunikasi harus terus berjalan.

Selain itu, tentu persiapan kemampuan dari sekolah. Banyak yang sudah memberikan berbagai pelajaran tambahan (pengayaan), jadi pasti di sekolah sudah ada persiapan dan punya strategi tertentu.

Dengan jam sekolah yang lebih pagi memberi manfaat pada murid atu memberatkan?


Itu bermanfaat. Karena lebih pagi maka memberikan suasana yang lebih nyaman, lebih fresh, belum terlalu bising. Memang ada berbagai variabel yang membuat angka kelulusan lebih dari 99 persen, tapi saya rasa sekolah pagi ini turut memberi kontribusi.

Sejauh ini masuk sekolah pukul 06,30 WIB banyak manfaatnya. Meski memang masih ada 1-2orang yang telat, tapi itu bagian dari proses pendidikan. Ada di satu sekolah dengan murid hampir 1.000, setiap harinya ada 10-15 anak yang datang terlambat. Tapi bukan siswa yang itu-itu saja, siswanya beda. Mungkin karena ada situasional khusus yang membuat mereka datang terlambat. Mungkin bangun kesiangan karena ada saudara yang datang pada malam hari, dan sebagainya.

Dengan jam belajar pagi justru belajar mengajar lebih kondusif. Dengan datang pagi merupakan salah satu cara mendisiplinkan anak. Dengan lebih pagi juga gurunya datang lebih pagi, mereka memberi contoh disiplin pada muridnya.

(vit/fay)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel