Detik.com News
Detik.com
Kamis, 10/03/2011 10:34 WIB

Kronologi Penembakan Waria Taman Lawang Versi Korban

Rachmadin Ismail - detikNews
Kronologi Penembakan Waria Taman Lawang Versi Korban TKP Penembakan (Fajar/detikcom)
Jakarta - Dini hari itu, para waria di Taman Lawang sedang asyik-asyiknya mengobrol. Tiba-tiba datang dua orang pria misterius menggunakan motor dengan kecepatan tinggi. Dor! Dor! Dor! Berondongan tembakan pun dilepaskan. Satu orang tewas dan dua terluka.

Berikut kronologi kejadian versi koordinator LSM Arus Pelangi, Widodo Budidarmo, yang menghimpun keterangan para waria di lokasi kejadian, Kamis (10/3/2011):

Pukul 03.00 WIB


Para waria yang biasa mangkal di Taman Lawang, bercengkerama sambil menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Mereka ini termasuk 8 orang waria yang sedang mangkal di depan rumah Jl Taman Lawang No 14, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut.

Pukul 04.00 WIB


Dari arah Jl Teluk Betung, muncul dua orang yang mengendarai motor. Menurut para waria, mereka berkaus putih dan bercelana pendak.

Tanpa ba, bi, bu, mereka langsung menembaki para waria dengan membabi buta. "Kita waktu itu lagi ngobrol-ngobrol saja. Mereka langsung nembakin kita, tanpa alasan yang jelas," ucap Widodo menyitir ucapan temannya, kepada detikcom.

Sekitar pukul 04.30 WIB


Faizal alias Shakira langsung tewas seketika karena ditembak di bagian dada. Sementara, dua orang yang luka adalah Agus alias Venus dan Tantan. Venus tertembak di dada dan tidak sadar. Sedangkan Tantan, tertembak di pinggang dan tangan.

Sekitar pukul 05.00 WIB


Venus dan Tantan dilarikan ke RSCM untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan Shakira dibawa ke instalasi jenazah RSCM.

Pukul 07.00 WIB

Para saksi hidup segera dibawa ke Polsek Menteng untuk dimintai keterangan. Polisi pun melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

Hingga pukul 10.20 WIB

Polisi masih memintai saksi para waria yang berada di lokasi kejadian. Sementara bercak darah akibat penembakan itu masih terlihat di TKP dan hanya ditutupi tanah.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%