detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 09/03/2011 18:00 WIB

Kalapas Narkotika Nusakambangan Enggan Bicara Dana Narkoba

Arbi Anugrah - detikNews
Marwan (bertopi) / (Arbi - detikcom)
Cilacap - Kalapas Narkotika Nusakambangan, Marwan Adli diduga menerima dana besar terkait narkoba di Lapas Nusakambangan. Marwan belum mau memberi keterangan dan lebih menunggu pengacaranya.

"Saya tidak bisa sampaikan karena saya belum diperiksa. Nanti saja yang jelas ada mekanismenya. Saya akan tetap ikuti prosedur pemeriksaan. Pengacara besok akan mendampingi agar proses bisa berjalan dengan lancar," kata Marwan di Hotel 3 Intan, Jl RE Martadinata, Cilacap, Rabu (9/3/2011).

Sedangkan, Marwan juga mengaku belum menerima surat penangkapan. Bahkan, meskipun berada bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), dia mengaku belum diperiksa.

"Saya belum menerima surat itu dan sampai sekarang kami belum diperiksa. Kami taat hukum dan kami kooperatif terhadap dugaan yang dilimpahkan kepada kami," jelas Marwan.

Dia juga menjelaskan jika dirinya justru berencana untuk mengungkap kasus peredaran narkoba di Lapas Nusakambangan. Bahkan dirinya akan segera mendatangkan anjing pelacak untuk melacak kemungkinan ada narkoba di dalam lapasnya.

"Saya sedang gencar-gencarnya membersihkan lapas narkoba. Bahkan dalam minggu ini anjing pelacak akan tiba. Agar narkoba tidak ada di lapas. Tapi malah seperti ini," keluhnya.

Di tempat yang sama, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Mayun Mataram mengatakan pihaknya segera menyiapkan penjabat untuk mengisi posisi yang kosong di Lapas karena kasus ini.

"Kekosongan di lapas langsung kita sikapi dengan cepat. Sangat mendesak dan tidak boleh ada kekosongan. Tugas membina napi tidak boleh kosong," ujar Mayun.

Mayun mengatakan sudah ada pejabat pengganti untuk mengisi kekosongan di Lapas Narkotika Nusakambangan pasca pemeriksaan Marwan oleh BNN.

"Jika kosong sudah ada penggantinya. Kita terus pantau. Ini baru Lapas Narkotika. Jika nantinya ada lapas lain tetap kita akan isi, yang jelas kita harus mengikuti terus perkembangannya," katanya.

(fay/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%