Rabu, 09/03/2011 18:00 WIB

Kalapas Narkotika Nusakambangan Enggan Bicara Dana Narkoba

Arbi Anugrah - detikNews
Marwan (bertopi) / (Arbi - detikcom)
Cilacap - Kalapas Narkotika Nusakambangan, Marwan Adli diduga menerima dana besar terkait narkoba di Lapas Nusakambangan. Marwan belum mau memberi keterangan dan lebih menunggu pengacaranya.

"Saya tidak bisa sampaikan karena saya belum diperiksa. Nanti saja yang jelas ada mekanismenya. Saya akan tetap ikuti prosedur pemeriksaan. Pengacara besok akan mendampingi agar proses bisa berjalan dengan lancar," kata Marwan di Hotel 3 Intan, Jl RE Martadinata, Cilacap, Rabu (9/3/2011).

Sedangkan, Marwan juga mengaku belum menerima surat penangkapan. Bahkan, meskipun berada bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), dia mengaku belum diperiksa.

"Saya belum menerima surat itu dan sampai sekarang kami belum diperiksa. Kami taat hukum dan kami kooperatif terhadap dugaan yang dilimpahkan kepada kami," jelas Marwan.

Dia juga menjelaskan jika dirinya justru berencana untuk mengungkap kasus peredaran narkoba di Lapas Nusakambangan. Bahkan dirinya akan segera mendatangkan anjing pelacak untuk melacak kemungkinan ada narkoba di dalam lapasnya.

"Saya sedang gencar-gencarnya membersihkan lapas narkoba. Bahkan dalam minggu ini anjing pelacak akan tiba. Agar narkoba tidak ada di lapas. Tapi malah seperti ini," keluhnya.

Di tempat yang sama, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Mayun Mataram mengatakan pihaknya segera menyiapkan penjabat untuk mengisi posisi yang kosong di Lapas karena kasus ini.

"Kekosongan di lapas langsung kita sikapi dengan cepat. Sangat mendesak dan tidak boleh ada kekosongan. Tugas membina napi tidak boleh kosong," ujar Mayun.

Mayun mengatakan sudah ada pejabat pengganti untuk mengisi kekosongan di Lapas Narkotika Nusakambangan pasca pemeriksaan Marwan oleh BNN.

"Jika kosong sudah ada penggantinya. Kita terus pantau. Ini baru Lapas Narkotika. Jika nantinya ada lapas lain tetap kita akan isi, yang jelas kita harus mengikuti terus perkembangannya," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fay/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%