detikcom
Rabu, 09/03/2011 08:36 WIB

Mantan Ketua DPA Achmad Tirtosudiro Tutup Usia

Nurvita Indarini - detikNews
Foto: wikipedia
Jakarta - Letjen Purn Achmad Tirtosudiro menghembuskan nafas terakhir di kediamannya. Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang berjasa mengantarkan BJ Habibie menjadi presiden itu meninggal di usia yang sudah senja, 88 tahun. Achmad akan dimakamkan di sebelah pusara istrinya, Suresmi Natalegawa.

"Bapak nggak ada semalam sekitar pukul 00.00 WIB," ujar salah satu putri Ahmad, Intan, saat dihubungi detikcom, Rabu (9/3/2011) pagi.

Dia mengatakan, sudah lama ayahnya mengeluh sakit. Intan memakluminya karena usia sang ayah yang sudah sepuh.

"Mungkin karena memang sudah usia. Sudah lama sekali dirawat di RS-nya. Dulu ada infeksi paru-paru. Belakangan dirawat di rumah saja," imbuh Intan.

Almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl Uranus IV/5, Villa Cinere, Depok, pukul 14.00 WIB.

"Sesuai keinginan Bapak, Bapak akan dimakamkan di samping ibu," sambung Intan.

Ketika ditanya apakah Presiden SBY akan melayat, Intan menyatakan belum mendapat informasi. Kini keluarga dan rekan Ahmad telah mulai berdatangan ke rumah duka.

Achmad lahir Plered, Purwakarta, Jawa Barat, 8 April 1922. Dia pernah menjadi Kabulog masa orde baru tahun 1966 dan menjadi Ketua Pelaksana Harian Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 1997-2000. Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Islam Bandung, Ketua DPA periode 1999-2003 dan Dubes RI di Jerman Barat. Achmad bergabung dalam korps Infantri dengan pangkat tetrakhir Letjen TNI AD. Achmad meninggalkan 7 anak, 15 cucu dan 8 cicit.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vit/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close