detikcom
Sabtu, 05/03/2011 07:04 WIB

Demokrat: SBY Panggil Petinggi Golkar dan PKS Hari Ini

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Presiden SBY sudah memanggil semua petinggi partai koalisi. Sebelum mengumumkan hasil evaluasi koalisi, Presiden SBY akan memanggil petinggi dua partai koalisi yang dianggap melanggar kontrak koalisi, Golkar dan PKS.

"Petinggi Golkar dan PKS mungkin dipanggilnya hari ini," ujar anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, kepada detikcom, Sabtu (5/3/2011).

Mubarok menuturkan, Golkar dan PKS memang dipanggil terakhir kali. Sementara petinggi partai koalisi sudah dipanggil lebih awal secara bergiliran.

"Demokrat dan PKB dipanggil bersamaan di Wisma Negara hari Rabu, PPP dan PAN hari Kamis," tutur Mubarok.

Empat partai koalisi sudah menerima wejangan Presiden SBY. Mubarok menduga ini terkait evaluasi koalisi yang sedang dilakukan Presiden SBY.

"Setgab itu kurang efektif jadi perlu ditata ulang," terangnya.

Akhir pekan ini SBY akan beristirahat di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha pun membuka peluang adanya rapat evaluasi kabinet di Istana Cipanas.

"Sejauh yang saya ketahui sampai saat ini tidak ada rencana pemanggilan itu. Kalau pun akhirnya ada pembicaraan atau pertemuan, bisa-bisa saja," tutur Julian saat dihubungi wartawan, kemarin.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/ndr)



Sponsored Link
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%