detikcom
Jumat, 04/03/2011 19:41 WIB

PM Timor Leste Xanana Gusmao ke Indonesia 22 Maret

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia 22 Maret mendatang. Kedatangan Xanana akan diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.

Menlu Marty Natalegawa mengatakan, kedatangan Xanana adalah tindak lanjut dari upaya peningkatan hubungan bilateral Timor Leste-Indonesia.

"Ini tindak lanjut pertemuan kedua pemimpin pada Desember lalu di sela-sela Bali Democracy Forum di Bali," kata Menlu di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2011).

Marty mengatakan, dalam pertemuan itu kedua pemimpin itu juga akan menerima laporan dari menlu masing-masing terkait pertemuan Komisi Bersama Tingkat Menteri Antara RI-Timor Leste.

Seperti diketahui, pertemuan Komisi Bersama Tingkat Menteri Antara RI-Timor Leste sudah berlangsung 5 kali. Pertemuan kelima dilakukan hari ini di Jakarta.

Kedua negara membahas berbagai isu bilateral, termasuk Laporan Akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan RI-Timor Leste. Untuk isu regional, dibahas juga rencana keanggota Timor Leste dalam ASEAN. Hari ini aplikasi formal (formal application) Timor Leste menjadi ASEAN juga disampaikan kepada pihak resmi Indonesia selaku ketua ASEAN.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(lrn/anw)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%