detikcom
Jumat, 04/03/2011 14:11 WIB

Timor Leste Resmi Ajukan Diri Jadi Anggota ASEAN

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Menlu Marty Natalegawa (kiri)
Jakarta - Pemerintah Timor Leste secara resmi mengajukan permohonan menjadi anggota ASEAN. Hal ini ditandai dengan penyerahan aplikasi formal (formal application) dari pemerintah Timor Leste kepada pemerintah Indonesia selaku Ketua ASEAN.

Penyerahan dilakukan oleh Menlu Timor Leste Zacaria Albano da Costa kepada Menlu RI Marty Natalegawa, di sela-sela Pertemuan Ke-5 Komisi Bersama Tingkat Menteri Antara RI-Timor Leste, di kantor Kemlu RI, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2011).

Usai pertemuan yang juga disertai penandatanganan pernyataan bersama RI-Timor Leste itu, Marty mengatakan, permohonan itu akan dibicarakan bersama anggota ASEAN yang lain. Pembicaraan juga seputar adanya gap kondisi ekonomi Timor Leste dengan negara anggota lain.

"Ini akan dibahas bersama sesama negara ASEAN untuk menyikapi fakta-fakta seperti itu," kata Marty.

Namun demikian, Marty menegaskan pandangan pemerintah RI bahwa secara geografis Timor Leste adalah bagian dari Asia Tenggara. Secara geo-politik, geo-ekonomi, geo-sosiokultural, masa depan Timor Leste akan sangat terkait dengan masa depan Asia Tenggara pada umumnya.

Marty melanjutkan, sikap Indonesia adalah segera mengelola fakta-fakta tentang Timor Leste tersebut.

"Kalau Indonesia dari awal segera mengelolanya, bahkan sebelum 2015 Timor Leste sudah menjadi bagian dari masyarakat ASEAN," kata Marty.

Mengenai gap ekonomi antara Timor Leste dan negara ASEAN lainnya, Marty mengatakan hendaknya memikirkan persoalan itu secara strategis, bukan melihat secara terbatas. Sebab, hal itu juga dilakukan saat ASEAN menerima keanggotaan Myanmar, Kamboja, Laos dan Vietnam.

"Kita mikir big picture, lebih baik Timor Leste dirangkul dan bagian dari ASEAN," kata Marty.

Soal gap ekonomi tersebut, Zacaria mengakui itu adalah kelemahan negaranya akibat peninggalan masa lalu. Namun, dia mengatakan saat ini negaranya mengalami pertumbuhan yang pesat dan akan terus memanfaatkan sumber daya alam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kami tidak akan menjadi beban bagi ASEAN," kata Zacaria.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(lrn/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%