detikcom
Kamis, 03/03/2011 07:59 WIB

Atasi Kisruh Koalisi, SBY Dinilai 'Main Dua Kaki'

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Pertemuan Hatta Rajasa dengan Taufiq Kiemas dan Puan Maharani saat Presiden SBY menyampaikan keterangan soal kerapuhan koalisi dinilai sebagai aksi 'main dua kaki'. Sebab, di satu sisi SBY meminta ulang komitmen dari anggota koalisi, tapi di sisi lain dia juga melakukan pendekatan kepada PDIP.

"Kalau 'sinyal' dari kubu PDIP kuat, maka itu akan buat daya tekan kepada Golkar dan PKS semakin kuat," kata pengamat politik dari UGM, Ari Sudjito, saat dihubungi detikcom, Kamis (3/3/2011).

Seperti diketahui, Selasa 1 Maret lalu, Hatta yang merupakan Ketua Umum PAN dan Menko Perekonomian datang ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun Hatta tidak bertemu Megawati. Dia hanya bertemua Taufiq dan Puan, suami dan putri Megawati yang juga pengurus DPP PDIP.

Ari mengatakan, tidak mungkin SBY memutus koalisi sebelum ada jaminan PDIP mau bergabung. Untuk pendekatan ke kubu oposisi, SBY juga diyakini sudah mendekati Partai Gerindra yang belakangan sejalan dengan Partai Demokrat dengan menolak hak angket pajak.

"Jadi main duka kaki. Nggak mungkin mutus koalisi sebelum aman," kata Ari.

Mengenai peluang PDIP masuk koalisi, Ari menilai, hal itu sangat bergantung pada keputusan Megawati sebagai ketua umum partai. Namun seandainya koalisi terbentuk, hal itu pun hanya menjadi koalisi semu karena tidak mengikat dengan struktur partai. PDIP sebelumnya hanya merelakan simpatisannya untuk bergabung dengan kabinet.

"Jadi semua itu targetnya pragmatis, partai juga butuh resources dengan menempatkan orang-orangnya di kabinet," kata Ari.

(lrn/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel