Jumat, 25/02/2011 15:14 WIB
Pilihan PKS Gelar Mukernas di Yogyakarta Bukan Sembarangan
"Yogyakarta dipilih sebagai tempat diadakannya Mukernas PKS bukanlah pilihan yang sembarangan. Ini juga untuk mendukung DIY dalam mempertahankan eksistensi DIY," ungkap Hilmi dalam sidang Mukernas di Hotel Sheraton Mustika di Jl Solo - Yogyakarta, Jumat (25/2/2011).
Menurut Hilmi, dukungan terhadap keistimewaan DIY juga sebagai bentuk ungkapan akan kenangan PKS terhadap usaha dan langkah (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam memersatukan NKRI dengan cara mewakafkan seluruh tanah di Yogyakarta untuk dijadikan wilayah Republik.
Selain itu, lanjut dia, alasan lain dipilihnya Yogyakarta adalah untuk memberikan semangat, empati dan simpati terhadap masyarakatnya yang baru saja terkena bencana alam erupsi Merapi pada bulan November tahun lalu. Hal ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Yogyakarta aman untuk dikunjungi.
"Kita juga berupaya meringankan beban derita para korban dengan mendirikan posko-posko serta membangkitkan kembali perekonomian Yogyakarta yang sempat lumpuh akibat erupsi. Adanya ribuan warga PKS di Yogya selama beberapa hari ini
juga akan membantu perekonomian masyarakat Yogya," katanya.
Hilmi juga menyayangkan saat Merapi bergejolak dan warga Yogyakarta masih dalam suasana duka, namun ada pihak-pihak yang tega mengotak-atik keistimewaan DIY. Sampai saat ini, PKS tetap mendukung aspirasi masyarakat DIY dan Sultan sebagai pemimpin.
"Demokrasi itu merupakan suara rakyat, dan suara rakyat merupakan legitimasi, maka dari itu PKS akan terus mendukung. Dukungan PKS itu didasari dari masyarakat Yogya yang menghargai nilai sejarah," katanya.
Dia menambahkan, PKS tetap akan menjadi partai moderat yang tidak memihak ke kanan atau ke kiri. Sebab bila menjadi ekstrim akan hancur terlindas yang lain. Ketidakberpihakan ke kiri atau ke kanan itu merupakan sebuah perekat dan akan mampu menjaga keseimbangan.
"Tidak ke sayap kanan atau sayap kiri, tapi kalau begitu ekstrim kita akan hancur dilindas oleh orang lain. Ketidakberpihakan itu bisa menjadi penjaga keseimbangan. Memiliki tubuh besar tidak apa-apa, asalkan seimbang, tidak berat
sebelah sehingga continuity pekerjaan dapat berjalan," pungkas Hilmi yang menargetkan PKS masuk 3 besar, tetapi tidak harus nomor tiga.
(bgs/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
334 share this. -
Kecanggihan Electronic Banking Center BCA Hadir di Surabaya
0 share this. -
The New Samsung Smart TV 2013
0 share this. -
Gak Bikin Repot, Mudah Dikendarai
0 share this. -
Dilewati Tornado Raksasa, 2 SD di Oklahoma Luluh Lantak
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 05:32 WIB
Dengan Sistem Multidoor, Pelaku Pidana Sektor Kehutanan Sulit untuk Lolos
-
Selasa, 21/05/2013 05:06 WIB
DPR Putuskan Nasib Kurikulum 2013 Pada 23 Mei
-
Selasa, 21/05/2013 04:40 WIB
Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri Ganti Kurikulum
-
Selasa, 21/05/2013 04:39 WIB
Mantan Tapol Dinilai Seharusnya Diperbolehkan Nyaleg
-
Selasa, 21/05/2013 03:21 WIB
Kurangi Isi Tabung Gas, 2 Pengecer di Lampung Ditangkap Polisi
-
Selasa, 21/05/2013 07:01 WIB
Misteri Rumah Irjen Djoko yang Berisi Banyak Uang Dollar
-
Selasa, 21/05/2013 06:11 WIB
Tornado di Oklahoma Tergolong Sangat Kuat, Bisa Menyapu Bangunan Permanen
-
Selasa, 21/05/2013 06:29 WIB
Dilewati Tornado Raksasa, 2 SD di Oklahoma Luluh Lantak
-
Selasa, 21/05/2013 05:59 WIB
Tornado Besar 'Beraksi' di Oklahoma, Hantam Pemukiman & Sekolah
-
Selasa, 21/05/2013 05:32 WIB
Dengan Sistem Multidoor, Pelaku Pidana Sektor Kehutanan Sulit untuk Lolos
-
Selasa, 21/05/2013 05:06 WIB
DPR Putuskan Nasib Kurikulum 2013 Pada 23 Mei
-
Selasa, 21/05/2013 04:40 WIB
Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri Ganti Kurikulum
-
Selasa, 21/05/2013 07:23 WIB
Tornado Raksasa di Oklahoma, 10 Korban Tewas Ditemukan
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
206 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

