Jumat, 25/02/2011 11:19 WIB
Memahami Strategi PKS
Berbeda dengan partai Islam atau partai berbasis massa Islam lainnya, PKS tampaknya mengambil pendekatan strategi yang berbeda. Saat partai Islam lainnya cenderung mengambil pendekatan strategi 'kanibalistik', seperti yang ditunjukkan baru-baru saja saat PPP berseteru dengan PKB karena berebut Kiai-Kiai berpengaruh, PKS justru melirik segmen pemilih yang lebih luas. PKS sepertinya tidak berminat untuk menggerus basis massa pemilih Islam yang secara tradisionil memang dilakukan oleh partai Islam lainnya dari masa ke masa. Menurut saya, selain ingin keluar dari sindrom partai menengah ke partai besar, PKS ingin mematahkan stigma bahwa untuk menang, sebuah partai Islam harus memainkan strategi zero sum game dengan partai Islam lainnya.
Perubahan Struktur Demografis dan Pilihan Strategi
Bagaimana kita memahami pilihan strategi PKS? Tampaknya pilihan slogan baru PKS 'Bekerja untuk Indonesia', bukanlah tema yang lahir secara kebetulan. Tema ini lahir dari tuntutan lingkungan strategis serta evolusi internal PKS untuk menghadapi tentutan tersebut. Tema Bekerja untuk Indonesia mengindikasikan bahwa PKS melihat pemilih 2014 nanti adalah pemilih yang rasional. Artinya pilihan yang dijatuhkan atas sebuah partai politik lebih karena pertimbangan cost and benefit, bukan lagi karena pertimbangan emosional atau bahkan pertimbangan primordial semata. Singkatnya partai akan dipilih karena superioritas program dan manfaat.
Asumsi ini dapat dipahami karena dua perkembangan situasi strategis jelang pemilu 2014. Pertama, pemilu 2014 akan minim figur. Berbeda dengan dua pemilu sebelumnya, 2004 dan 2009, tampaknya partai-partai yang bertarung akan kekurangan figur kharismatis yang menjadi daya tarik bagi pemilih. PKB tidak lagi memiliki Gus Dur. PDIP dan PAN belum mampu menemukan psosok pengganti Megawati serta Amin Rais. Dan Susilo Bambang Yudhoyono jelas-jelas tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden.
Artinya Partai Demokrat akan kehilangan magnet besar bahkan untuk sekadar mempertahankan perolehan suara di 2014 nanti. Konsekuensinya, pertarungan 2014 cenderung egaliter dan lebih merupakan pertarungan mesin politik partai. Bukan lagi pertarungan antar tokoh kharismatis.
Kedua, pergeseran demografis urban-rural. Asumsi bahwa masyarakat akan cenderung rasional dan pragmatis juga didukung oleh data demografis termutakhir. Data menunjukkan ada pergeseran level urbanisasi di Indonesia1. Pada tahun 1971 ada 17,4% penduduk urban di Indonesia. Secara konsisten porsi tersebut terus meningkat menjadi 22,3% pada tahun 1980, 30,9% pada tahun 1990, 42% pada tahun 2000, dan diprojeksikan menjadi 54,2% pada 2010 ini. Sehingga hampir dipastikan pada 2014 nanti tentu angka penduduk urban atau perkotaan jelas lebih tinggi daripada saat ini.
Perubahan situasi demografis ini sangat menguntungkan PKS. Mengapa? Karena data-data pemilu sebelumnya menunjukkan PKS umumnya lebih diterima oleh masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan ditandai dengan besaran masyarakat menengah baik secara ekonomi maupun pendidikan. Ini berarti ada kesesuaian antara karakter kader PKS, pilihan strategi serta perubahan karakter pemilih.
Tentu saja analisa ini tidak menunjukan bahwa PKS pasti sukses mencapai target yang telah dicanangkan. Sejalan dengan momentum perkembangan karakter dan situasi pemilih pada 2014 nanti, PKS harus mampu membuktikan bahwa kerja mereka akan sebanding dengan pilihan slogan yang PKS ajukan. Bila tidak, meminjam kata Presiden SBY, tentu semuanya hanya akan menjadi pepesan kosong.
*) Rico Marbun adalah peneliti The Future Institute, Staf Pengajar Univ Paramadina & PTIK. E-mail: ricoui@yahoo.com
Terlibat Cekcok Rumah Tangga, Suami Tega Bakar Isteri dan Mertua. Selengkapnya di Reportase Pagi, pukul 04.30 - 05.30 Hanya di TransTV
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
189 share this. -
Kompolnas Desak Polri Usut Apa Ada Dugaan Kelalaian di Kasus Freeport
0 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
0 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
0 share this. -
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Rabu, 22/05/2013 10:43 WIB
Bubarkan Partai Korup
-
Senin, 20/05/2013 12:15 WIB
Melihat Arah Ekonomi Jalan Ketiga
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Senin, 13/05/2013 09:40 WIB
Catatan Agus Pambagio
e-KTP dan Kegalauan Publik
-
Jumat, 24/05/2013 03:41 WIB
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
-
Jumat, 24/05/2013 02:40 WIB
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
-
Jumat, 24/05/2013 00:16 WIB
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
-
Jumat, 24/05/2013 01:45 WIB
Bea dan Cukai: Kapal Patroli Justru Diserang KM Wahyu
-
Jumat, 24/05/2013 00:02 WIB
Raba Bokong Perempuan di TransJ, Pria Ini Dibawa ke Kantor Polisi
-
Jumat, 24/05/2013 03:30 WIB
Minim Pendaftar Laki-laki, KPAI Perpanjang Lowongan Komisioner
-
Jumat, 24/05/2013 01:04 WIB
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
-
Kamis, 23/05/2013 14:28 WIB
Sesal Ibunda Darin Kepada Luthfi Hasan
-
580 Komentar
-
363 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
198 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
135 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 19:41 WIB
Tidak Terima Uang, Elsya Malah Kirim Rp 2 M ke Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 17:46 WIB
Istri Ahmad Zaki Penuhi Panggilan KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
