detikcom

Minggu, 20/02/2011 19:25 WIB

Boyolali KLB Antraks

Muchus Budi R. - detikNews
Boyolali - Pemkab Boyolali, Jawa Tengah, menyatakan daerahnya sebagai daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Antraks karena telah ada suspect penularan antraks dari hewan kepada manusia. Pemkab akan berusaha maksimal menekan penyebarluasan virus yang ditularkan melalui hewan ini.

"Kasus suspect antraks kulit yang diderita sembilan warga Tangkisan, Karangmojo, dinyatakan sebagai KLB karena sebelumnya di daerah tersebut tidak ada kasus antraks. Kasus tersebut merupakan yang pertama terjadi di Desa Karangmojo. Selain itu juga agar penanganannya lebih fokus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Boyolali, Yulianto Prabowo, Minggu (20/2/2011).

Yulianto mengatakan, sembilan warga Tangkilan yang dinyatakan suspect antraks saat ini sudah semakin membaik dan tidak lagi dirawat di rumah sakit. Namun demikian, pemantauan terhadap mereka akan terus dilakukan untuk mengawasi kemungkinan penularan penyakit kepada orang lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan warga Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Andong, Boyolali, diduga terjangkit penyakit antraks yang tertular dari sapi piaraan. Sapi milik salah seorang warga tersebut menderita sakit dan kemudian disembelih lalu dagingnya dikonsumsi warga.

Setelah itu diketahui sembilan orang mengalami demam tinggi yang diikuti munculnya bintik-bintik di kulit dan melepuh. Bahkan beberapa diantaranya membengkak dan melebar ke bagian yang lainnya. Dari pemeriksaan awal diduga sembilan orang tersebut tertular virus antraks kulit yang diidap oleh sapi sakit yang dagingnya dikonsumsi warga.


Dinas Kesehatan Pemkab Boyolali telah menginstruksikan kepada Puskesmas setempat untuk selalu memantau dan memberikan obat antibiotik kepada para korban. Kondisi kesehatan mereka juga terus dikontrol dan melakukan pemantauan kesehatan warga lainnya agar penyakit yang ditularkan dari sapi itu tidak menyebar.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Boyolali menegaskan akan melakukan vaksinasi terhadap seluruh sapi di Dukuh Tangkilan, Desa Karangmojo,Senin (21/2/11) besok. Kepala Dinas Peternakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, mengatakan vaksinasi terhadap seluruh hewan di Tangkisan itu merupakan langkah pencegahan agar tidak menular ke hewan lainnya.

Dari catatan Dinas Kesehatan Pemkab Boyolali, kasus wabah penyakit antraks pada manusia juga pernah terjadi di Boyolali pada tahun 1992. Saat itu wabah antraks menyerang Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali. Pada kejadian itu tercatat 25 orang dinyatakan positif terjangkit antraks, 18 orang diantaranya meninggal.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mbr/adi)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%