Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 19/02/2011 10:10 WIB

Pesawat Merpati Gagal Take Off di Kupang Ditarik ke Apron

Ken Yunita - detikNews
Pesawat Merpati Gagal Take Off di Kupang Ditarik ke Apron
Jakarta - Seluruh penumpang Merpati yang mengalami gagal take off di Bandara El Tari Kupang telah dievakuasi. Semantara pesawatnya, saat ini sedang ditarik menuju apron.

"Sekarang sedang diupayakan ke arah apron," kata Kapuskom Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan dalam pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (19/2/2011).

Laporan yang diterima Bambang, pesawat baling-baling dengan nomor register PK-MZJ itu mengalami masalah saat melaju di runway. Karena problem tersebut, pesawat membanting ke arah kiri dan ke luar landasan.

"Ke luar landasan kurang lebih 15 meter, penumpang telah dievakuasi dan tidak ada laporan luka-luka," kata Bambang.

Sebelumya dilaporkan pesawat tersebut secara fisik tidak mengalami kerusakan. Kendati demikian, Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) telah terjun ke Kupang untuk menyelidiki insiden yang tergolong serius itu.

Tim KNKT yang diterjunkan adalah Capten Chaeruddin, Sulaeman, dan Henry. Sebelumnya Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri mengatakan, pihaknya akan menyelidiki apa penyebab insiden tersebut. Selain itu, KNKT juga akan melihat mengenai kerusakan pesawat jurusan Kupang Ruteng itu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ken/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%