Rabu, 16/02/2011 17:27 WIB
Dita Indah Sari Susut 3 Kg Setelah Jadi Jubir Menaker
Sejak akhir 2010 lalu, Dita dipercaya sebagai staf ahli sekaligus juga juru bicara Menakertras Muhaimin Iskandar. Merapat ke lingkaran pembuat kebijakan membuat kegiatannya superpadat.
"Saya sudah turun 3 kg ini, Mbak. 3 Bulan turun 3 kg," cetus Dita sambil tertawa saat berbincang dengan detikcom, Rabu (16/2/2011).
Meski demikian, dia mengaku sangat menikmati pekerjaannya. Pekerjaan yang menumpuk buatnya adalah tantangan. Dia senang bisa berkontribusi ide dan tenaga di lingkaran pengambil keputusan Kemenakertrans.
"Saya biasanya pulang pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB. Kadang kalau Sabtu atau Minggu ke luar kota karena ada pekerjaan. Ini semua bagian dari tantangan," imbuh ibu dari Tito Karno ini.
Kendati sibuk dengan aktivitasnya, namun Dita tidak mau meninggalkan ritual pagi bersama putra kesayangannya. Setiap pagi, Dita hampir tidak pernah absen memandikan, menyuapi dan mengantar putranya ke sekolah.
"Kalau harus datang pagi-pagi sekali ke kantor karena ada meeting, misalnya, saya kalau bisa tidak melewatkan 'ritual' itu," lanjut Dita.
Perempuan kelahiran Medan 38 tahun yang lalu itu menuturkan awal mula dirinya bergabung dalam lingkaran birokrasi. Beberapa bulan lalu, dia ditawari oleh Muhaimin Iskandar untuk bergabung di Kemenakertrans. Setelah berpikir-pikir, akhirnya Dita setuju untuk bergabung.
"Selama ini saya selalu di luar sistem, selalu oposisi. Tapi saya juga berpikir bagaimana saya bisa berkontribusi pemikiran yang lebih efektif. Cak Imin sendiri orangnya terbuka pada ide baru dan ingin melakukan terobosan yang signifikan atas suatu masalah, jadi saya bersedia," tuturnya.
Dita mengaku tidak memiliki kedekatan dengan Muhaimin sebelumnya. Hanya saja mereka sama-sama pengagum Gus Dur. Atas dasar itu dan karakter Muhaimin, Dita menerima tantangan yang disodorkan kepadanya.
"Ada yang mendukung saya, tapi ada juga yang mengeluhkan keputusan saya. Yang mendukung mengatakan, sayang kalau pengalaman yang saya punya tidak dimanfaatkan. Sedangkan yang tidak mendukung menyayangkan saya bergabung dengan pemerintah yang dinilai banyak melakukan kesalahan," beber jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.
Banyak orang yang khawatir Dita akan terseret dalam sistem sehingga mengubah sosoknya bukan lagi Dita yang dulu, bukan lagi Dita yang pro buruh. Namun Dita menegaskan, tidak ada yang berubah dari dirinya. 18 Tahun menjadi aktivis buruh bukanlah waktu yang singkat. Selama itu karakternya ditempa dengan berbagai peristiwa yang dialaminya.
Dita pernah ditangkap saat sedang memimpin aksi di Tandes, Surabaya, pada Juli 1996. Dita dan teman-temannya kemudian dijatuhi hukuman delapan tahun penjara lantaran Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI), organisasi tempat Dita bernaung, dianggap sebagai organisasi terlarang.
"18-20 Tahun itu bukan waktu sebentar untuk membentuk karakter saya. Sejak 20 tahun saya jadi aktivis, dan itu bukan waktu singkat," kisahnya.
Apa yang dialami Dita selama menjadi aktivis seolah menjadi pintu gerbang yang luar biasa kokoh sehingga pengaruh baru tidak bisa begitu saja masuk. Dita percaya diri kalau dirinya tidak akan mengkhianati apa yang telah dijalaninya.
"Kalau ada yang skeptis ya lihat saja. Saya percaya diri cukup punya pengalaman, dan akan saya buktikan," tambah perempuan yang pernah menjadi Ketum Partai Persatuan Oposisi Rakyat (popor) ini.
Dita bersyukur, dengan kegiatannya sekarang, dia masih punya banyak teman dan bahkan jaringannya bertambah. Terkadang teman-teman saat dia masih aktivis dulu datang padanya dan meminta bantuan. Misalnya saja, ada temannya dari serikat buruh yang ingin mengadukan kasus, maka Dita bisa ikut membantu memfasilitasi.
"Saya jarang ketemuan dengan teman-teman (aktivis). Paling komunikasi SMS, Facebook, atau e-mail. Kadang mereka ke sini, karena mau mengadukan kasus jadi kadang sekalian saja bertukar kabar," tutur perempuan yang hobi bermain piano ini.
Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun
371 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
369 share this. -
Pelajar Rayakan Kelulusan di Tengah Kampanye ESP-Win
361 share this. -
Ahok Nilai Polemik KJS Terlalu Dipolitisasi Sejumlah Anggota DPRD DKI
292 share this. -
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
39 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Senin, 20/05/2013 15:21 WIB
Mikhail Kouritsyn dan Nasi Goreng
-
Senin, 20/05/2013 11:41 WIB
Yusianto, Pencicip Kopi Bersertifikat Internasional Pertama di Indonesia
-
Jumat, 03/05/2013 15:39 WIB
Markamah, Ibu Guru yang Tak Lelah Berjuang di Sekolah Marjinal
-
Kamis, 02/05/2013 13:02 WIB
Ustad Soenman, Stand Up Comedian Kocak dari PKS
-
Kamis, 02/05/2013 11:05 WIB
Beteguh, Guru Belia di Hutan Belantara dan Mimpi-mimpi Besarnya
-
Sabtu, 25/05/2013 03:32 WIB
Selain Ingrid Loyau, Ini 2 'Malaikat' yang Menolong Tentara Inggris
-
Sabtu, 25/05/2013 01:11 WIB
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
-
Sabtu, 25/05/2013 02:47 WIB
Out of control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
-
Sabtu, 25/05/2013 01:52 WIB
Tawuran Antarpemuda Pecah di Jembatan Lima Jakarta Barat
-
Sabtu, 25/05/2013 02:13 WIB
Jenazah Pria Ditemukan di Tol Jagorawi, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Sabtu, 25/05/2013 00:04 WIB
Ahok Nilai Polemik KJS Terlalu Dipolitisasi Sejumlah Anggota DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
548 Komentar
-
367 Komentar
-
246 Komentar
-
205 Komentar
-
205 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
124 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
Jumat, 24/05/2013 20:08 WIB
Bertemu Presiden Korsel, Chairul Tanjung Serahkan Foto Historis
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
