detikcom
Rabu, 16/02/2011 11:25 WIB

Konflik Horizontal Terulang, Peran Intelijen dan Pemda Dipertanyakan foto

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Rangkaian konflik horizontal yang terjadi dua pekan terakhir, merupakan indikasi kuat ada masalah pada sisi sistem kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) daerah. Perangkat pemerintahan terbawah harus memperhatikannya dengan menggiatkan kembali fungsi intelijen.

Demikian kata Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, menanggapi terjadinya lagi kekerasan antar kelompok masyarakat. Hal ini disampaikannya sebelum mengikuti sidang paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

"Kamtibmas kita bermasalah. Polisi bagaimana? Renumerasi sudah dinaikkan. Camat dan Kepala Desa, mana ini fungsinya? Perangkat di tingkat bawah nggak jalan," gugat Benny.

Politisi dari Fraksi PD ini menduga perangkat pemerintahan daerah tidak menindaklanjuti secara serius rekomendasi yang disampaikan pihak intelijen. Padahal justru intelijen yang bisa mendapatkan informasi mengenai kemungkinan terjadinya konflik dan merekomendasikan tindakan pencegahannya.

Namun bisa jadi masalah justru terletak pada peran intelijen di tingkat daerah. Bila saja intelijen di tingkat daerah berfungsi maksimal, seharusnya mereka mendapatkan informasi akurat tentang kemungkinan terjadinya konflik dan sehingga bisa cepat dilakukan tindakan pencegahan.

"Ada masalah di intelijen kita. Intelijen sangat dibutuhkan bagi pemimpin penegak hukum untuk mengambil langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana. Di kabupaten unit intelijen sangat dibutuhkan," ujar Benny.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
MustRead close