detikcom

Senin, 14/02/2011 23:36 WIB

Sebelum Tergelincir, Lion Air Gagal Mendarat 3 Kali

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Pesawat Lion Air rute Jakarta-Pekanbaru JT 0392 tergelincir di ujung landasan bandara Sultan Syarif Kasim II. Sebelum tergelincir, pesawat Boeing 739ER itu sempat gagal mendarat 3 kali.

Burhan, salah seorang penumpang, mengatakan, dalam upaya pendaratan pertama, pesawat yang sudah turun pun kembali naik. Saat itu langit Pekanbaru sedang diguyur hujan lebat dan angin kencang.

"Saat itu kami di dalam pesawat sudah ketakutan karena gagal mendarat," kata Burhan kepada detikcom di lokasi, Senin (14/2/2011).

Setelah gagal mendarat, pilot mengumumkan, pesawat akan berputar-putar sampai kondisi cuaca memungkinkan. Upaya pendaratan kedua pun dilakukan, namun kembali gagal.

"Kami sempat oleng, begitu turun naik lagi. Saat itu tidak ada lagi yang bicara," kata Burhan.

Upaya pendaratan ketiga pun kembali gagal dan pesawat kembali naik dan berputar. Nah, dalam upaya pendaratan keempat, masih dibawah guyuran hujan dan angin kencang, pilot akhirnya memberanikan melakukan pendaratan.

"Saat itu kami merasakan di ujung landasan pesawat melaju kencang, sepertinya pesawat ini tidak bisa mengerem," kata Burhan.

Dalam kecepatan kencang, kata Burhan, pesawat meluncur dari arah Selatan. Pesawat memaksakan belok ke arah Timur untuk parkir, namun alhasil pesawat malah oleng ke kiri.

"Saat itu lah roda belakang kanan ke luar landasan, masuk ke rumput," katanya.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
73%
Kontra
27%