Senin, 14/02/2011 15:05 WIB

RI Stop Evakuasi WNI dari Mesir video foto

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menghentikan evakuasi WNI dari Mesir. Perkembangan Mesir dinilai berangsur membaik usai lengsernya Hosni Mubarak.

"Sehubungan dengan perkembangan di Mesir yang berangsur membaik setelah mundurnya Mubarak, maka pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memberhentikan proses evakuasi WNI di Mesir," ujar Ketua Satgas Evakuasi WNI dari Mesir Hassan Wirajuda dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (14/2/2011).

Menurut Hassan, Satgas telah memulangkan 2.432 WNI dengan 6 kali kepulangan. Rinciannya 1.414 pria dan 1.018 perempuan. "Mayoritas dari mereka mahasiswa dan pelajar," imbuh mantan Menlu ini.

Satgas, lanjut Hassan, juga akan mengatur kepulangan WNI ke Kairo kembali. WNI diberi waktu 30 hari sejak tiba di Indonesia.

Dalam masa 30 hari itu, WNI diminta mengatur hal-hal terkait dengan dokumen perjalanan, visa, dan pengaturan tiket kereta, bus serta pesawat dari daerah asal ke Jakarta serta ke Kairo. Semua biaya akan ditanggung oleh Satgas.

"Untuk pengaturan pengembalian WNI akan diatur oleh posko yang berpusat di Kemendiknas. Ini dimaksudkan untuk pemudahan proses pengembalian WNI ke Mesir," tutup Hassan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%