Suap Pemilihan DGS BI
ICW Desak KPK Tindak Lanjuti Dugaan Nurdin Halid Terima Rp 500 Juta
Minggu, 13/02/2011 18:43 WIB
Jakarta
Dalam sidang, Hamka Yandhu yang tersangkut kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI (DGS BI) pernah menyebut Nurdin Halid menerima cash Rp 500 juta. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun meminta agar dugaan ini ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, terdakwa Hamka Yandhu sempat mengatakan pernah menyetor uang Rp 500 juta ke Nurdin Halid. Tapi sekarang hilang begitu saja," kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho.
Hal itu disampaikan dia usai diskusi bertajuk 'Sepakbola dan Peradaban' di kantor Kontras, Jl Borobudur 14, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/2/2011).
Pria yang akrab disapa Eson ini menyayangkan apa yang disampaikan Hamka itu hilang begitu saja. Padahal seharusnya ada tindak lanjut atas apa yang disebutkan Hamka.
"Kita minta KPK mengusut ulang siapa saja yang diduga terlibat, baik anggota maupun non anggota DPR harus diproses. Pengakuan Hamka Yandhu harus ditindaklanjuti dalam dugaan suap cek pelawat pemilihan DGS BI Miranda Gultom," imbuh pria berkacamata ini.
Dia menambahkan, Nurdin pernah diperiksa KPK terkait kasus cek pelawat DGS BI. Namun yang mengherankan tidak ada kelanjutan kabar lagi.
"Kenapa sekarang hilang begitu saja. Nah itu sudah kita sampaikan ke KPK, selain itu dugaan suap yang diterima Nurdin, pengakuan dari mantan manajer klub sepakbola Persisam Samarinda juga sudah kita laporkan," tutup Eson.
Dalam kasus ini, KPK terus melakukan pengusutan. Lembaga antikorupsi tersebut kini telah menahan 19 anggota DPR periode 1999-2004 yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
(vit/nrl)
"Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, terdakwa Hamka Yandhu sempat mengatakan pernah menyetor uang Rp 500 juta ke Nurdin Halid. Tapi sekarang hilang begitu saja," kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho.
Hal itu disampaikan dia usai diskusi bertajuk 'Sepakbola dan Peradaban' di kantor Kontras, Jl Borobudur 14, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/2/2011).
Pria yang akrab disapa Eson ini menyayangkan apa yang disampaikan Hamka itu hilang begitu saja. Padahal seharusnya ada tindak lanjut atas apa yang disebutkan Hamka.
"Kita minta KPK mengusut ulang siapa saja yang diduga terlibat, baik anggota maupun non anggota DPR harus diproses. Pengakuan Hamka Yandhu harus ditindaklanjuti dalam dugaan suap cek pelawat pemilihan DGS BI Miranda Gultom," imbuh pria berkacamata ini.
Dia menambahkan, Nurdin pernah diperiksa KPK terkait kasus cek pelawat DGS BI. Namun yang mengherankan tidak ada kelanjutan kabar lagi.
"Kenapa sekarang hilang begitu saja. Nah itu sudah kita sampaikan ke KPK, selain itu dugaan suap yang diterima Nurdin, pengakuan dari mantan manajer klub sepakbola Persisam Samarinda juga sudah kita laporkan," tutup Eson.
Dalam kasus ini, KPK terus melakukan pengusutan. Lembaga antikorupsi tersebut kini telah menahan 19 anggota DPR periode 1999-2004 yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
