detikcom

TPM: Warga Diberi Pita untuk Bedakan dengan Ahmadiyah

Didi Syafirdi - detikNews
Minggu, 13/02/2011 18:27 WIB
Jakarta Tim Pengacara Muslim (TPM) mengungkap misteri pita dalam insiden penyerangan jemaat Ahmadiyah Cikeusik. Pengacara 5 tersangka ini mengatakan, warga diberi pita untuk membedakannya dengan jemaat Ahmadiyah. Namun warga tak mengenal siapa sang pembagi pita itu.

"Saat ini kami sedang mendalami adanya berita soal pemegang (perekam) video tersebut. Mengenai adanya pita biru dan hijau, kita sudah menanyakan ke beberapa orang warga, mereka mengaku tidak mengenal orang-orang yang memberikan pita tersebut. Karena pada saat itu dikasih, dikatakaan ini sebagai pembedaan agar tidak disangka sebagai Ahmadiyah," ujar Mahendradatta dari TPM.

Hal itu disampaikan Mahendradatta di kantornya, Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (13/2/2011). Menurut Mahendra, sebagian warga memakai pita hasil pembagian itu. Warga tidak bertanya identitas pemberi pita karena takut.

TPM juga tidak setuju kalau kasus di Cikeusik itu dinilai sebagai penyerangan.

"Kita juga tidak setuju kalau ini dibilang sebagai penyerangan. Ini adalah bentrokan yang awalnya karena Suparta (warga Cikeusik) ingin berdialog dengan warga Ahmadiyah. Tapi justru tangannya itu dibacok pedang. Nah adiknya Suparta, Ujang (tersangka), tidak terima. Akhirnya terjadi bentrokan," jelas dia.

Sementara itu, tim investigasi bentukan Komnas HAM juga tengah mendalami penggunaan pita di sejumlah anggota tubuh tertentu itu. Pita itu selama ini diyakini sebagai kode yang menandakan aksi itu terorganisir.

"Pita yang dipakai beberapa orang itu merupakan kejanggalan. Pita diletakkan di tempat tertentu seperti dada dan lengan. Pita itu merupakan kode dan punya arti. Tidak asal taruh," ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh, pada detikcom lewat telepon.

Dalam penyerangan di Cikeusik yang berhasil direkam Arif, yang saat ini dilindungi LSPK, terlihat orang yang memakai pita hijau maupun biru. Mereka menyematkan pita itu di lengan maupun di dada.

"Warna itu menunjukkan identitas. Sedangkan letak pita menunjukkan peran. Pita di dada itu menunjukkan peran apa, di lengan apa," lanjut Ridha.

Dugaannya apa? "Dugaan saya, yang menaruh pita di dada itu seperti korlap. Ini masih dugaan. Karena jumlahnya lebih sedikit dan lebih aktif, kelihatan memimpin," kata Ridha. (nwk/nrl)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel