detikcom

Kompolnas: Kesan Umum, Polri Lakukan Pembiaran Rusuh Temanggung

Parwito - detikNews
Minggu, 13/02/2011 18:15 WIB
Temanggung Bila menilik kronologi kejadiannya, memang ada kesan umum bahwa aparat polisi melakukan pembiaran di saat massa mulai berbiat onar dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di PN Temanggung. Akibatnya keonaran membesar menjadi kerusuhan dan bahkan menyebar ke dalam kota Temanggung.

Demikian ujar anggota Kompolnas, Novel Ali, usai melakukan pertemuan dengan Forum Umat
Islam Bersatu (FUIB) Temanggung. Acara berlangsung di Gedung Pertemuan Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Jl. Dr Sutomo, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (13/2/2011).

“Kesan yang pertama yang saya dapat, polri melakukan pembiaran, tetapi ini penilaian subyektif. Kalau pembiaran itu benar, berarti polri bunuh diri. Hal ini satu uji coba untuk polri yang sangat luar biasa,” ujar Novel Ali.

Dia menegaskan kasus di Temanggung juga menjadi perhatian Kompolnas yang memang tugasnya adalah memastikan bahwa Polri bertindak profesional sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Khusus untuk Kapolri, Kapolda Jateng dan Kapolres Temanggung, menjadi kewajiban ketiganya membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka tidak melakukan pembiaran.

“Contohnya saja, tadi saya terima informasi dari teman-teman bahwa Mapolres dijaga ketat. Sementara masyarakat yang bergerak dari ruang pengadilan ke kota harus melewati dahulu Mapolres dengan jarak dua kilo. Lalu mengapa tidak diblokade atau dicegat? Jadi ada kesan bahwa polri lebih melindungi kepentingan ini ketimbang kepentingan masyarakat,” urai Novel.

Tetapi di sisi lain dia merasa ragu bila polisi melakukan pembiaran, sebab itu berarti polisi melakukan 'bunuh diri'. Maka kemungkinan personil di lapangan berada dalam situasi dilematis ketika berhadapan dengan massa sehingga tidak mengambil tindakan tegas dan tuntas.

“Kalau menurut logika umum saja pembiaran itu bunuh diri, jadi pasti tidak dilakukan. Polisi setengah-setengah mengambil tindakan karena jumlah massa lebih banyak. Pada titik di gereja dan sekolah Sekinah itu tetapi polisi kok tidak berani bertindak, menurut saya polisi dilematis. Menurut saya karena yang dihadapi kelompok mayoritas muslim. Polisi memang dilematis keras menegakkan hukum tapi dampaknya konflik yang lebih tajam pada kelompok mayoritas," papar Novel panjang lebar.
(lh/lh)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel