detikcom
Rabu, 09/02/2011 16:02 WIB

Garuda Pindah ke Terminal 3 Bandara Changi Singapura

Nograhany Widhi K - detikNews
Garuda (Foto: Straits Times)
Singapura - Garuda Indonesia pindah dari Terminal 1 ke Terminal 3 Bandara Changi, Singapura. Kepindahan ke terminal yang lebih keren ini setelah 30 tahun Garuda beroperasi di Singapura.

Segala kegiatan check-in, keberangkatan dan kedatangan akan dilakukan di Terminal 3 mulai pada 22 Februari 2011.

"Ini adalah kepindahan pertama sejak kita buka beroperasi di Terminal 1 Bandara Internasional Changi sejak 30 tahun lalu. Terminal 3 adalah terminal yang penuh dengan nilai seni, salah satu terminal bandara terbaik di dunia," kata Senior General Manager Wilayah Asia Garuda Indonesia Risnandi, seperti dilansir The Straits Times, Rabu (9/2/2011).

Dengan kepindahan Garuda ke Terminal 3 Changi, para penumpang diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan dengan standar fasilitas pelayanan yang lebih baik. Penumpang bisa menikmati fasilitas check-in yang lebih canggih. Di Terminal 3 juga tersedia toko-toko dari merek ternama dunia, juga Butterfly Garden pertama di Bandara yang menyajikan flora dan fauna. Beberapa restoran dan bar terkenal pun juga ada di sini.

"Terminal baru ini juga lebih baik dan memenuhi rencana ekspansi kami di masa depan," imbuh Riswandi.

Garuda saat ini mengoperasikan 8 penerbangan langsung dari Singapura ke Jakarta dan Bali. Garuda juga memiliki tujuan internasional lainnya seperti Amsterdam, Beijing, Shanghai, Sydney, Melbourne, Bangkok, Hong Kong, Seoul dan Tokyo via Jakarta.

Peringat Garuda meningkat menjadi maskapai bintang 4 menurut Skytrax Research dan terkenal sebagai maskapai dengan kualitas pelayanan terbaik menurut survei Centre for Asia-Pacific Aviation (CAPA). Garuda juga meneken kerjasama untuk bergabung dengan aliansi maskapai SkyTeam pada 2012.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%