detikcom
Selasa, 08/02/2011 16:43 WIB

RPA TKI, Rumah Bagi Anak-anak Hasil Hubungan Gelap Para TKI

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Sebut saja Cholid, bayi berusia 6 bulan asal Cianjur ini mengalami kebutaan sejak lahir. Tak hanya itu tulang kakinya bengkok dan jari kelingking tangan kanannya tumbuh tak normal.

Bayi malang itu bukan buah cinta 2 insan yang dimabuk asmara, melainkan akibat seorang TKW yang diperkosa majikannya. Ibunya yang bernama Dede ini sengaja menitipkan putranya ke Rumah Peduli Anak (RPA) TKI di Jalan Jurumudi Perum Alam Raya Blok A 75, Kelurahan Benda, Kota Tangerang.

"Ibunya sendiri kembali ke Arab untuk bekerja lagi," kata Nina, ibu asuh Cholid ketika ditanya di mana orangtua bocah malang itu berada kepada anggota Komisi IX DPR yang datang berkunjung ke RPA TKI, Selasa (8/2/2011).

Ia menceritakan ibu bayi itu dulunya kerap meminum obat keras untuk menggugurkan
kandungannya. Namun bukan aborsi yang didapatnya, si bayi tetap lahir tapi tumbuh tak normal.

Cholid tidak sendiri, ada 4 bocah lain yang juga dititipkan dirumah berlantai 2 itu. Ada Ramdan (4) asal Sukabumi, Rizki Ardiansyah (2) asal Sukabumi, Aiman (1) asal Gorontalo dan Muh Munzamil (40 hari) asal Tasikmalya. Kata Nina, rata-rata anak yang dititipkan merupakan hasil hubungan gelap dan pemerkosaan.

"Awalnya ada 17 anak tapi sudah diambil keluarganya jadi tinggal 5," ujar Yudi Ramdani selaku Manajer RPA TKI.

"Visi kami adalah mengembalikan agar anak tersebut diterima kembali, kalau untuk adopsi masih nomor ke sekian," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa dirinya prihatin atas banyaknya anak yang dibuang oleh para TKI. Data yang ia miliki ada 43 anak dari hasil hubungan gelap TKI dengan majikannya namun pada kenyataannya hanya 17 anak yang terdata di RPA TKI.

"Kami menengok saja. Data kita 43 anak tapi yang ada hanya 17 dan tinggal 5 anak.
Kita menjaga agar tidak ada jual beli anak," tutur politisi PDIP itu kepada wartawan.

Rencananya ia akan memanggil BNP2TKI untuk mendiskusikan masalah tersebut. Ia
berharap pemerintah turut memperhatikan dan memberi solusi terhadap masalah ini.
(feb/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%