detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 23:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 08/02/2011 16:43 WIB

RPA TKI, Rumah Bagi Anak-anak Hasil Hubungan Gelap Para TKI

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Sebut saja Cholid, bayi berusia 6 bulan asal Cianjur ini mengalami kebutaan sejak lahir. Tak hanya itu tulang kakinya bengkok dan jari kelingking tangan kanannya tumbuh tak normal.

Bayi malang itu bukan buah cinta 2 insan yang dimabuk asmara, melainkan akibat seorang TKW yang diperkosa majikannya. Ibunya yang bernama Dede ini sengaja menitipkan putranya ke Rumah Peduli Anak (RPA) TKI di Jalan Jurumudi Perum Alam Raya Blok A 75, Kelurahan Benda, Kota Tangerang.

"Ibunya sendiri kembali ke Arab untuk bekerja lagi," kata Nina, ibu asuh Cholid ketika ditanya di mana orangtua bocah malang itu berada kepada anggota Komisi IX DPR yang datang berkunjung ke RPA TKI, Selasa (8/2/2011).

Ia menceritakan ibu bayi itu dulunya kerap meminum obat keras untuk menggugurkan
kandungannya. Namun bukan aborsi yang didapatnya, si bayi tetap lahir tapi tumbuh tak normal.

Cholid tidak sendiri, ada 4 bocah lain yang juga dititipkan dirumah berlantai 2 itu. Ada Ramdan (4) asal Sukabumi, Rizki Ardiansyah (2) asal Sukabumi, Aiman (1) asal Gorontalo dan Muh Munzamil (40 hari) asal Tasikmalya. Kata Nina, rata-rata anak yang dititipkan merupakan hasil hubungan gelap dan pemerkosaan.

"Awalnya ada 17 anak tapi sudah diambil keluarganya jadi tinggal 5," ujar Yudi Ramdani selaku Manajer RPA TKI.

"Visi kami adalah mengembalikan agar anak tersebut diterima kembali, kalau untuk adopsi masih nomor ke sekian," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa dirinya prihatin atas banyaknya anak yang dibuang oleh para TKI. Data yang ia miliki ada 43 anak dari hasil hubungan gelap TKI dengan majikannya namun pada kenyataannya hanya 17 anak yang terdata di RPA TKI.

"Kami menengok saja. Data kita 43 anak tapi yang ada hanya 17 dan tinggal 5 anak.
Kita menjaga agar tidak ada jual beli anak," tutur politisi PDIP itu kepada wartawan.

Rencananya ia akan memanggil BNP2TKI untuk mendiskusikan masalah tersebut. Ia
berharap pemerintah turut memperhatikan dan memberi solusi terhadap masalah ini.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(feb/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close