Detik.com News
Detik.com
Selasa, 08/02/2011 08:25 WIB

Kasus Ahmadiyah Pertaruhan Kredibilitas Polri di Mata Dunia

Moksa Hutasoit - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kasus Ahmadiyah Pertaruhan Kredibilitas Polri di Mata Dunia
Jakarta - Polisi mengaku masih terus mengusut kasus penyerbuan warga ke jemaat Ahmadiyah di Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten. Polisi diminta untuk bertindak cepat menyelesaikannya karena mata dunia memantau persoalan ini.

"Kasus ini menjadi pertaruhan bagi Polri di dunia internasional," ujar aktivis dari Indonesian Police Watch (IPW) Johnson Panjaitan kepada detikcom, Selasa (8/2/2011).

Jika polisi tidak bisa menangkap pelaku kekerasan ini, kepercayaan masyarakat terhadap polisi akan semakin berada di titik paling rendah. "Sudah tidak ada lagi tempat yang aman di negeri ini, warga harus percaya siapa?" katanya.

Bukan hanya itu saja, Johnson juga menyentil sikap kepemimpinan Presiden SBY. Presiden diminta bisa mendorong polisi dan menjadi pemimpin untuk bangsa.

Yang menyedihkan, penyerangan itu terjadi saat pembukaan acara 'Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia' di Gelora Bung Karno. Ratusan tokoh lintas agama dan sejumlah pejabat negara datang menghadiri kampanye toleransi ini.

"Kepemimpinan presiden juga dipertaruhkan dalam kasus ini," tandasnya.

Minggu (6/2) lalu, massa menggerebek rumah jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang. Kronologi kejadian masih banyak versi. Hanya saja, akibat bentrok tersebut, 3 orang tewas dan 5 orang luka parah. Polisi sudah menangkap tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku penyerangan.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%