detikcom
Senin, 07/02/2011 13:39 WIB

Beredar di Youtube, Jemaat Ahmadiyah Disiksa dengan Kejam

Ken Yunita - detikNews
Foto: Youtube
Jakarta - Sadis dan biadab! Dua kata itu mungkin yang anda ucapkan saat menonton video berdurasi 1.06 menit ini. Video tanpa judul itu memperlihatkan dua pemuda jemaat Ahmadiyah dibantai habis-habisan oleh massa yang mengamuk.

Dari video yang ditonton detikcom, Senin (7/2/2011), beberapa orang dari massa yang beringas itu menimpuki dua pemuda yang sudah tidak berdaya itu dengan batu, bambu, dan kayu. Tampak seorang pemuda berjaket biru memukul dengan bambu tanpa henti. Sementara pemuda lainnya ikut memukul bertubi-tubi.

Salah satu pemuda yang nyaris telanjang tampak sudah tidak bergerak. Kemungkinan, pemuda yang hanya memakai celana dalam itu sudah tewas. Tubuhnya penuh dengan luka dan berdarah-darah. Sementara satu pemuda lainnya yang menjadi amukan massa tampak terus dipukuli. Pemuda itu tampak tidur tengkurap dan tidak bergerak.

Sementara itu, kerumunan massa yang mengitari dua pemuda yang kondisinya sangat mengenaskan itu terus meneriakkan takbir. Bahkan beberapa di antara mereka tampak asyik merekam kejadian itu melalui ponselnya.

Sebenarnya, tampak dua anggota polisi di lokasi itu. Namun keduanya seperti tidak bisa berbuat apa-apa. Keduanya memang sempat meminta agar massa menghentikan aksi tersebut, namun tetap saja, massa tidak menggubrisnya.

"Sudah-sudah, sto-stop. Tahan-tahan," kata seorang polisi yang mengenakan helm berkali-kali. Namun massa yang berjumlah ratusan itu seperti tidak mendengar. Mereka yang sedang marah itu terus saja melempari dua pemuda itu dengan batu.

Aksi kekerasan yang sungguh keji itu terus berlangsung. Padahal, kedua pemuda itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Keduanya tampak terbujur.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ken/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%