detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Jumat, 04/02/2011 13:21 WIB

Pengacara Gayus

Hotma: Saya dan Buyung Miliki Keunikan Sendiri-sendiri

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gayus Tambunan sudah tidak lagi didampingi Adnan Buyung Nasution sebagai kuasa hukumnya. Dia kini beralih ke Hotma Sitompoel. Hotma mengaku memiliki keunikan tersendiri dibanding Buyung.

"Semua unik. ABN unik, saya unik. Kita memiliki keunikan sendiri-sendiri," ujar Hotma kepada wartawan di kantor KPK, Jumat (4/2/2011) siang.

Hotma mengakui selama ini ia memang terkesan membela grup Bakrie. Ini adalah perbedaan mencolok antara Hotma dan Buyung.

"Saya terkesan membela Bakrie karena ada orang yang terus-terusan mendzolimi. Tapi jangan salah, saya tidak ada urusan dengan Bakrie," ujar Hotma.

Sebelumnya tim pengacara Adnan Buyung Nasution (ABN) menyatakan tidak lagi mendampingi Gayus. Salah satu alasannya, Gayus ngotot ingin memakai pengacara dari kantor hukum lain.

"Bahwa akhirnya, tadi malam Selasa, tanggal 1 Februari 2011 karena Saudara Gayus Tambunan memutuskan untuk tetap juga menggunakan jasa kantor hukum lain, maka kami telah memutuskan untuk tidak mendampingi Saudara Gayus Tambunan dalam pemeriksaan KPK," kata Buyung dalam siaran pers yang diterima detikcom.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fjr/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%