Detik.com News
Detik.com
Jumat, 04/02/2011 13:21 WIB

Pengacara Gayus

Hotma: Saya dan Buyung Miliki Keunikan Sendiri-sendiri

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gayus Tambunan sudah tidak lagi didampingi Adnan Buyung Nasution sebagai kuasa hukumnya. Dia kini beralih ke Hotma Sitompoel. Hotma mengaku memiliki keunikan tersendiri dibanding Buyung.

"Semua unik. ABN unik, saya unik. Kita memiliki keunikan sendiri-sendiri," ujar Hotma kepada wartawan di kantor KPK, Jumat (4/2/2011) siang.

Hotma mengakui selama ini ia memang terkesan membela grup Bakrie. Ini adalah perbedaan mencolok antara Hotma dan Buyung.

"Saya terkesan membela Bakrie karena ada orang yang terus-terusan mendzolimi. Tapi jangan salah, saya tidak ada urusan dengan Bakrie," ujar Hotma.

Sebelumnya tim pengacara Adnan Buyung Nasution (ABN) menyatakan tidak lagi mendampingi Gayus. Salah satu alasannya, Gayus ngotot ingin memakai pengacara dari kantor hukum lain.

"Bahwa akhirnya, tadi malam Selasa, tanggal 1 Februari 2011 karena Saudara Gayus Tambunan memutuskan untuk tetap juga menggunakan jasa kantor hukum lain, maka kami telah memutuskan untuk tidak mendampingi Saudara Gayus Tambunan dalam pemeriksaan KPK," kata Buyung dalam siaran pers yang diterima detikcom.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjr/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%