detikcom

Penjelasan Panjang Lebar Jero Wacik Soal Polemik Pulau Komodo

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 02/02/2011 21:55 WIB
Jakarta Pulau Komodo menjadi pusat perhatian kembali tatkala Yayasan New7Wonders mengancam akan mengeliminasisalah satu lokasi eksotik di Indonesia itu. Lalu bagaimana ceritanya Kemenbudpar menolak tawaran yayasanagar Indonesia menjadi tuan rumah acara puncak New7Wonders?

Menbudpar Jero Wacik buka suara atas masalah ini. Pria yang selalu tampil kelimis itu menjelaskannyausai menghadiri rapat paripurna di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu(2/2/2011).

"Awalnya itu ada yayasan dunia, LSM, dia membuat gerakan new seven wonder kemudian seluruh dunia dimintamengajukan 3 objek taman nasional yang aneh dan menarik untuk dijadikan new 7 wonder. Kita mengajukankomodo, Anak Krakatau dan Danau Toba. Danau toba itu kan aneh dan letusannya luar biasa."

"Setelah diajukan bayar US$ 200. Jadi untuk 3 itu kita bayar 600 dollar. setelah bayar dia (YayasanNew7Wonders-red) survei. Waktu dia survei yang dianggap unik dan tidak ada lagi di dunia adalah komodo."

"Karena tamannya bagus dan komodo tidak ada lagi di dunia. Itu lah yang dipilih oleh dia untuk di-vote,lalu diumumkan. Nah masuklah itu di websitenya Yayasan New7Wonders. Terus sedunia vote. Saya jugabikinlah vote ke mana-mana termasuk kalau pameran."

"Lalu diumumkan oleh yayasan itu kalau komodo masuk final. Kita senang dan kita makin gencar promosi.Lalu sudah masuk katanya 28 besar. Nah Desember kemarin datang surat agar Indonesia jadi tuan rumahdeklarasi pada 11-11-2011."

"Wah kalau di Indonesia saya langsung naksir. Tapi persyaratannya berat, harus membayar US$ 10 jutabegitu kita bilang iya. Lalu untuk pelaksanaan pengumuman itu dihitung USD$ 35 juta. Nah jadi total kitaharus membayar US$ 45 juta atau sekitar Rp 400 miliar."

"Saya hitung-hitung, karena saya juga mantan pengusaha. Berfikir layak nggak mengeluarkan Rp 400 miliar lebih untuk jadi tuan rumah yang belum tentu menang. Saya berhitung nggak nuntuti, berat hati. Walaupun saya ingin tetap mempromosikan pulau komodo."

"Karena saya bilang tak bisa, mereka bilang kalau Indonesia tak mau jadi tuan rumah kita bisa delete.Saya heran karena kalau Indonesia tidak mau kan ada 27 negara lain. Kita masih bisa bersaing masuk 7besar."

"Mereka mengancam Indonesia kalau tak mau jadi tuan rumah kita hilangkan komodo. Lalu saya jawab, suratnya baru hari ini tidak bersedia karena terlalu mahal. Nasionalisme saya bangkit juga. Masak diancam-ancam LSM tak jelas gitu. Keabsahan LSM itu juga belum tentu kredibel. Karena diancam-ancamrasa kebangsaan saya bilang tak mau."

"Tanggal 7 nanti mereka bilang akan divonis. Tapi menurut saya, tenang saja lah. Toh komodo semenjakrame-rame itu makin terkenal. semenjak tahun 2007 setelah digembar gembor kunjungan ke sana naik 400persen."

(gah/asy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel