detikcom
Rabu, 02/02/2011 09:34 WIB

Dampak Kekacauan di Mesir, Kesempatan Menarik Turis Rusia ke Indonesia

M Aji Surya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Turis mancanegara kini berbondong-bondong meninggalkan negeri para Farao menyusul kekacauan politik dalam negeri. Bahkan tidak sedikit calon wisman yang menunda kunjungannya. Adakah kebijakan spontan untuk mendeviasikan turis Rusia dari Mesir ke Indonesia?

Ya, peluang itu kini datang setelah Mesir dirundung malang dengan demonstrasi besar-besaran yang bermaksud menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak. Jutaan orang yang keluar rumah di semua kota Mesir untuk 'berteriak' di jalanan, jebolnya sistem keamanan dalam negeri hingga kaburnya para napi, jelas bukan kondisi yang baik bagi dunia pariwisata. Negeri Farao yang tiap tahun dikunjungi puluhan juta wisman itu, kini lebih asyik masuk dalam kancah politik domestik yang bisa berkepanjangan. Hampir mirip yang dialami oleh Thailand tahun-tahun belakangan.

Sudah pasti, banyak negara menjadi risau akan keselamatan warganya yang sedang berada di negeri pyramid. Mulai dari negara besar Amerika Serikat, Jerman hingga Indonesia bersibuk ria untuk mengirimkan pesawatnya guna membawa pulang warganya, baik yang tinggal di sana maupun sekadar berlibur. Antrean panjang di bandara Kairo tidak terelakkan. Presiden Turki pun menunda kunjungan resminya. Sebuah eksodus besar-besaran sedang terjadi.

Tidak kalah dengan negara lain, Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia telah mengeluarkan imbauan agar warga negara Rusia untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Mesir. Pada waktu yang sama, Dinas Pariwisata Rusia menyarankan warganya yang sudah berencana berwisata ke Mesir dan membeli paket wisata untuk menunda keberangkatan tanpa harus membatalkan kontrak dengan tur operatornya hingga situasi kembali normal. Bahkan saat ini, Pemerintah Rusia menghimbau kepada para biro perjalanan wisata Rusia untuk sementara waktu tidak menjual paket wisata ke negeri Farao dan meminta mereka untuk berwisata ke tempat lain yang lebih aman.

Tidak hanya itu, kini Pemerintah Rusia juga tengah bersiap-siap untuk mengevakuasi warganya bila dirasa keadaan terus memburuk. Hot line telah dibuka agar setiap warga yang dalam kesulitan dapat melakukan kontak dengan pemerintah dengan mudah serta sebuah badan ad-hoc dibentuk untuk menanggulangi berbagai kemungkinan.

Maklumlah, bagi masyarakat Rusia yang lagi gemar melancong ini, Mesir merupakan salah satu tempat favorit bagi mereka. Bukan hanya pantai dan cuacanya hangat yang dikejar, namun jarak yang tidak terlalu jauh serta ongkos melancong yang terjangkau oleh kalangan menengah menjadikan Mesir tempat wajib kunjung.

Jangan kaget, setiap tahun wisatawan Rusia ke Mesir bejumlag 2,5 juta orang. Pada periode Januari-September 2010 misalnya, jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Mesir sebanyak 1,909 juta orang atau sedikit lebih rendah dari yang ke Turki (2.818 juta orang). Dan pada saat kerusuhan merunyak saat ini saja, konon terdapat 40 ribu wisatawan Rusia yang sedang berlibur dan 30-an ribu yang tinggal sementara di sana.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvt/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru Indeks Kolom ยป
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%