Detik.com News
Detik.com
Minggu, 30/01/2011 13:47 WIB

Tak Ada Hukum di Jalanan Mesir, Warga Persenjatai Diri

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Warga Mesir kini mempersenjatai diri mereka. Hal ini menyusul semakin memanasnya situasi di Kota Kairo. Toko-toko dijarah dan mobil dibakar di jalan. Meski Presiden Hosni Mubarak sudah mengerahkan tentara, keadaan masih belum terkendali.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (30/1/2011) para penduduk mempersenjatai diri dalam sejumlah grup-grup kecil. Mereka menjaga keamanan di lingkungkan masing-masing.

"Tidak ada polisi yang ditemukan di manapun," kata warga kota Kairo, Ghadeer (23).

Sejumlah anak muda tampak berjaga-jaga, mereka ada yang membawa stik golf, pisau, dan senjata lainnya. "Ini untuk melindungi diri, dari orang asing," tambah Ghadeer.

Kerusuhan di Mesir memang belum bisa dikendalikan. Bukan hanya toko-toko, bahkan museum pun ikut diserang dan dirusak. Upaya Mubarak meredam amuk massa dengan membubarkan kabinet dan mengangkat wakil presiden belum membuahkan hasil.

Dalam 5 hari aksi unjuk rasa ini, sekitar 100 orang meninggal dunia. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Mubarak. Mereka melancarkan protes atas kondisi perekonomian dan pengangguran yang terjadi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%