Pakar IT Security: Twitter Belum Sampai Mengancam Negara
Jumat, 28/01/2011 03:05 WIB
ilustrasi
Jakarta
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mewaspadai ancaman nonmiliterisme via situs jejaring sosial twitter. Namun pakar IT Security Ruby Alamsyah menilai ancaman twitter belum sampai mengancam keamanan negara.
"Saya belum paham konteks ancaman twitter dan jejaring sosial lainnya dengan keamanan negara. Itu mungkin masih analisa kasar. Perlu dijelaskan kembali apa konteks ancamannya," ujar Ruby saat dihubungi detikcom, Kamis (27/1/2011).
Ruby menjelaskan, perspektif internet harus bisa dipahami oleh kalangan intelijen dan pemerintah secara terbuka. Jika memang suatu data dan dokumen tersebut memiliki kandungan rahasia, maka jangan sesekali melakukan transaksi informasi melalui jalur publik.
"Pihak negara yang mau melakukan komunikasi, interaksi gunakanlah jalur komunikasi yang privat. Dimana mereka punya seri secure comunication sendiri. Jangan gunakan jalur publik seperti email gratisan atau jejaring sosial," jelas pria yang juga ahli di bidang Digital Forensic ini.
Kerahasiaan negara, menurut Ruby sangat bergantung pada kemampuan pemerintah sendiri mengelola informasi. Sejauh mana sistem keamanan dan kerahasiaan data rahasia tidak mudah diakses dan menjadi ancaman.
"Jangan menyalahkan internetnya. Tapi buat jaringan internal sendiri, close network," tandasnya.
Selama ini, lanjut Ruby, dirinya belum pernah menemukan kasus twitter dalam konteks mengancam keamanan suatu negara. Namun kasus-kasus cyber crime lainnya itu bisa saja terjadi.
"Seperti hacking akun facebook milik pejabat. Membajak akun-akun tokoh terkenal. Tapi kan dampaknya tidak besar sampai mengancam negara," tanya Ruby.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai, ancaman nonmiliter justru berdampak jauh lebih besar dari militer. "Dia bisa berupa cyber crime, lewat twitter, atau juga pandemi," ujar Purnomo di sela-sela rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2011). Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi maraknya informasi intelijen yang beredar di twitter.
Diterangkan Purnomo, ancaman juga tidak hanya datang dari negara lain melainkan lewat perseorangan atau organisasi. Tak jarang juga aktor ancaman tersebut berasal dari dalam negeri sendiri.
"Bukan dari luar, tapi dari dalam. Bisa dari dalam dan bukan kalangan militer. Ini yang harus kita waspadai," sambungnya
(ape/ape)
"Saya belum paham konteks ancaman twitter dan jejaring sosial lainnya dengan keamanan negara. Itu mungkin masih analisa kasar. Perlu dijelaskan kembali apa konteks ancamannya," ujar Ruby saat dihubungi detikcom, Kamis (27/1/2011).
Ruby menjelaskan, perspektif internet harus bisa dipahami oleh kalangan intelijen dan pemerintah secara terbuka. Jika memang suatu data dan dokumen tersebut memiliki kandungan rahasia, maka jangan sesekali melakukan transaksi informasi melalui jalur publik.
"Pihak negara yang mau melakukan komunikasi, interaksi gunakanlah jalur komunikasi yang privat. Dimana mereka punya seri secure comunication sendiri. Jangan gunakan jalur publik seperti email gratisan atau jejaring sosial," jelas pria yang juga ahli di bidang Digital Forensic ini.
Kerahasiaan negara, menurut Ruby sangat bergantung pada kemampuan pemerintah sendiri mengelola informasi. Sejauh mana sistem keamanan dan kerahasiaan data rahasia tidak mudah diakses dan menjadi ancaman.
"Jangan menyalahkan internetnya. Tapi buat jaringan internal sendiri, close network," tandasnya.
Selama ini, lanjut Ruby, dirinya belum pernah menemukan kasus twitter dalam konteks mengancam keamanan suatu negara. Namun kasus-kasus cyber crime lainnya itu bisa saja terjadi.
"Seperti hacking akun facebook milik pejabat. Membajak akun-akun tokoh terkenal. Tapi kan dampaknya tidak besar sampai mengancam negara," tanya Ruby.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai, ancaman nonmiliter justru berdampak jauh lebih besar dari militer. "Dia bisa berupa cyber crime, lewat twitter, atau juga pandemi," ujar Purnomo di sela-sela rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2011). Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi maraknya informasi intelijen yang beredar di twitter.
Diterangkan Purnomo, ancaman juga tidak hanya datang dari negara lain melainkan lewat perseorangan atau organisasi. Tak jarang juga aktor ancaman tersebut berasal dari dalam negeri sendiri.
"Bukan dari luar, tapi dari dalam. Bisa dari dalam dan bukan kalangan militer. Ini yang harus kita waspadai," sambungnya
(ape/ape)
Baca Juga
- Purnomo: Twitter Bisa Jadi Ancaman, Tapi Tak Perlu Sampai Diblokir
- Silakan Menhan Purnomo Bikin Akun Twitter, Rasakan Manfaatnya
- Boleh Anggap Twitter Ancaman, Asal Jangan Diatasi Pakai Cara Bodoh
- Sebut Twitter Ancaman, Menhan Jangan Kena 'Hosni Mubarak Syndrom'
- Sebut Twitter Ancaman, Menhan Disebut Kuper
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
