detikcom
Senin, 24/01/2011 23:39 WIB

Ini Dia Ledakan Bom di Rusia 16 Tahun Terakhir

Anwar Khumaini - detikNews
Halaman 1 dari 4
Foto: CNN (diambil dari Youtube)
Moskow - Ledakan bom yang terjadi di Bandara Demodedovo, Moskow, Rusia ternyata yang terparah sejak tahun 1994. Pada tahun 1994 silam, puluhan ribu orang tewas dalam perang melawan Chechnya.

Berikut riwayat ledakan-ledakan bom di negara pecahan Uni Soviet tersebut sejak 1994-2011, seperti dilansir reuters, Senin (24/1/2011).

1994-1996 - Puluhan ribu orang tewas dalam perang Chechnya pertama.

Juni 1995 - Pemberontak Chechnya merebut ratusan sandera di sebuah rumah sakit di kota Budennovsk, Rusia selatan. Lebih dari 100 orang tewas dalam serangan pemberontak dan serangan komando Rusia gagal.

Januari 1996 - Pejuang Chechnya menyandera ratusan warga Rusia di sebuah rumah sakit di Kizlyar di kota Dagestan, kemudian mereka dipindahkan dengan bus ke kota Pervomaiskoye yang berada di perbatasan Rusia-Chechnya. Setelah ditembaki oleh militer Rusia, sebagian besar pemberontak melarikan diri, tetapi sandera dibunuh.

Juni 1996 - Sebuah bom membunuh empat orang dan melukai sedikitnya 10 orang di Moskow. Pejabat setempat mengatakan pelaku pemboman adalah separatis Chechnya.

November 1996 - Sebuah bom meledak di sebuah blok apartemen di kota Dagestan dan Kaspiysk, dimana banyak prajurit Rusia dan keluarga mereka tinggal di sana. 64 Orang tewas dalam ledakan ini.Next

Halaman 1 2 3 4

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(anw/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%