Detik.com News
Detik.com
Senin, 24/01/2011 14:52 WIB

Polisi Masih Selidiki Pembuat Crop Circle di Sleman foto

Ken Yunita - detikNews
Polisi Masih Selidiki Pembuat Crop Circle di Sleman
Jakarta - Misteri crop circle di Berbah, Sleman, hingga kini belum terpecahkan meski para ilmuwan meyakini itu karya manusia. Polisi juga belum bisa memastikan bagaimana bulatan yang dipercaya sebagai jejak 'UFO' itu bisa terbentuk.

"Belum bisa dipastikan itu apa, yang bikin orang atau yang lain. Petugas masih berjaga di lokasi," kata petugas jaga Polsek Berbah Briptu Agus saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1/2011).

Agus mengatakan, saat ini lokasi crop circle itu telah dipasangi police line, agar warga yang menonton tidak mendekat. Warga berduyun-duyun datang untuk menyaksikan bentuk lingkaran besar itu.

"Orang masih ramai menonton, kita jaga supaya tidak ada yang mendekat ke lokasi," kata Agus.

Sementara itu Humas Polda DIY AKBP Anny Pudji Astuti mengaku belum mendapat laporan terkait crop circle itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolres Sleman terlebih dulu.

"Saya belum tahu itu, saya koordinasi dengan Kapolres Sleman dulu ya," kata Anny saat dikonfirmasi detikcom melalui ponselnya.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas tujuh hektar lahan persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Lingkaran 'UFO' yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan warga sejak Minggu kemarin. Mereka heran melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran dkk, padahal lingkaran itu belum ada pada Sabtu (22/1) lalu.

Lingkaran itu terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm. Lingkaran itu hingga kini masih misterius. Sejumlah ahli percaya crop circle itu buatan manusia.

(ken/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%