Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 22/01/2011 07:30 WIB

Warga Johar Baru Tawuran, Saling Lempar Batu

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Tawuran antarwarga kembali terjadi di Jakarta. Pagi ini, puluhan warga di Jl Kp Rawa Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, terlibat tawuran dengan saling lempar batu dan menggunakan balok.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes (Pol) Hamidin membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, tawuran yang dimulai pukul 05.00 WIB itu, sudah terjadi dua kali dalam pekan ini.

"Ini anak-anak (pemuda-red)," kata Hamidin saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/1/2011) pukul 07.15.

Hamidin, yang saat dihubungi masih berada di lokasi, mengatakan tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka dalam tawuran tersebut.

Dia mengatakan, tawuran berawal dari para pemuda yang mabuk. "Ada yang melempar ke arah kelompok lain, dan dibales. Terus ada yang ngomporin," kata Hamidin.

Saat ini, katanya, situasi di lokasi sudah bisa diatasi. Untuk setiap kasus tawuran di wilayahnya, Hamidin mengatakan, ia selalu menggunakan strategi rayonisasi.

"Semua polsek terdekat menangani, agar tidak berkembang. Setiap ada tawuran di Jakarta Pusat, tidak begitu besar," kata Hamidin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%