detikcom
Jumat, 21/01/2011 08:17 WIB

Tiga Perguruan Tinggi Indonesia Tempati 100 Besar Ranking Dunia

Adi Nugroho - detikNews
Jakarta - Tiga Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia berhasil menempati ranking 100 besar dunia dalam pemeringkatan Repositori Institusional Periode Januari 2011 versi webometrics. Ketiga PTN itu adalah Institut Teknologi Sepuloh November (ITS) Surabaya, Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Sumatra Utara (USU).

ITS menempati urutan ke 64, Undip di urutan 70 sedangkan USU berada pada urutan 91. Undip turun peringkat dari yang semula menduduki urutan no 49 pada Juli 2010, kini hanya menempati urutan 70. ITS berhasil menyalip UNDIP dan mengalami kenaikan signifikan. Dari yang semula bertengger di urutan 227 pada Juli 2010, kini ITS berhasil nangkring di posisi 64.

Pemeringkatan yang dilakuakan Webometrics untuk Repositori Institusi ini bertujuan untuk mengukur komitmen Pergurauan Tinggi dalam memberikan akses masyarakat terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Publikasi tersebut bisa dalam bentuk jurnal ilmiah, thesis, disertasi maupun skripsi. Ini penting karena masyarakat membutuhkan akses informasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Repositori Institusuonal merupakan pemeringkatan yang dilakukan oleh webometrics dengan mengacu berdasarkan pada 4 kriteria yakni, Size (jumlah halaman yang tertangkap situs pencarian), Visibility (dilihat dari jumlah backlink), Rich Files (jumlah file dokumen) serta Scholar (jumlah paper dan sitasi di Google Scholar).

(adi/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel