Kamis, 13/01/2011 04:11 WIB

Ibas: Hukuman Untuk Majikan Sumiati Tidak Adil

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Politisi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menilai vonis hakim di Arab Saudi terhadap majikan Sumiati selama tiga tahun penjara masih jauh dari rasa keadilan. Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini pun mendukung penuh pengajuan banding atas putusan hakim tersebut.

"Kita hargai proses pengadilan yang sedang berjalan di Arab Saudi namun sulit untuk bisa menerima vonis/ keputusan hakim yang tidak adil ini," ujar Ibas lewat rilis yang dikirimkan kepada detikcom, Rabu (12/1/2010).

Dengan kecilnya hukuman yang dijatuhkan kepada majikan Sumiati, maka Ibas juga mendukung penuh proses banding yang dilakukan jaksa penuntut

"Harapan saya dengan hukuman yang seberat-beratnya bisa menimbulkan efek jera sehingga kekerasan terhadap TKI kita tidak terulang dimasa mendatang," kata Anggota Komisi I DPR ini.

Ke depannya, Ibas meminta agar program-program Kementerian Luar Negeri dapat dimaksimalkan pada perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri. “Perlindungan hukum dan peningkatan kualitas TKI sudah jelas harus dilakukan sejak perekrutan sampai penempatan ke Negara tujuan," jelasnya.

Ibas juga meminta pemerintah untuk terus memfasilitasi upaya hukum lainnya agar Sumiati dapat menuntut keadilan secara perdata karena selain cacat fisik. "Sumiati juga mengalami kerugian materi selama mengadu nasib di Arab Saudi," terangnya.

Seperti diketahui, majikan sekaligus pelaku kekerasan terhadap Sumiati divonis tiga tahun oleh pengadilan di Madinah, Arab Saudi. Namun putusan itu masih sebatas putusan awal dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan banding.

Disebutkan dalam rilis Kemlu pada tanggal 5 Januari 2011 dan tanggal 9 Januari 2011 telah berlangsung persidangan kasus Sumiati di Mahkamah Juz’iyah, Madinah, dengan Zanuba Farooq As-Shawaf (istri majikan Sumiati yaitu almarhum Khalid Saleh Muhammad Al-Ahmimy) sebagai terdakwa pelaku penyiksaan terhadap Sumiati. Dalam persidangan tersebut Sumiati didampingi pengacara yang disediakan KJRI Jeddah, Abdurrahman bin Musaid Al-Muhammadi dan Koordinator Pelayanan Warga KJRI Jeddah.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%