detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 19:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 10/01/2011 12:13 WIB

Desa Sirahan, Magelang Lumpuh Akibat Lahar Dingin, 1.033 KK Diungsikan foto

Parwito - detikNews
Foto: Parwito (detikcom)
Magelang - Banjir lahar dingin setinggi 3 meter melumpuhkan Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 1.033 KK dan ribuan warganya harus dievakuasi ke dua titik pengungsian di Balai Desa Sriwedari dan Tempat Pengungsian Akhir (TPA) Tanjung, Muntilan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Urusan Kesejahteraan (Kaur Kesra) Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Muhammad Rochim (40) saat ditemui detikcom Senin (10/1/2011) di sekitar Desa Sirahan, Magelang.

"1.033 KK dari tujuh dusun 90 persen dipastikan rumahnya rusak berat. 7 Rumah hanyut dan masih bisa bertambah jumlahnya. Sebab, pihak desa saat ini mulai melakukan pendataan," kata Muhammad Rochim.

Rochim menyatakan kondisi rumah-rumah yang terendam material banjir lahar dingin bisa mencapai 2 meter lebih. Material nyaris mencapai atap dan sulit untuk menyelamatkan harta benda penduduk, sebab banjir datang menjelang malam hari dan secara tiba-tiba.

Malam itu, warga langsung melarikan diri ke masjid desa setempat, termasuk anak-anak dan manula. Namun, masjid pun ikut diterjang banjir lahar dingin dan akhirnya warga diungsikan ke dua kantong pengungsian di Kecamatan Muntilan yang jaraknya 2 kilometer dari Desa Sirahan, Kecamatan Salam.

Rochim juga menjelaskan ada juga 7 mobil terendam antara lain Suzuki Katana, Suzuki APV, Sedan Timor, Colt bak terbuka dan Carry bak terbuka. Puluhan truk penambang yang ada di bantaran Kali Putih pun juga ikut terendam.

"Puluhan sepeda motor milik warga juga masih berusaha untuk dievakuasi, sebab terjebak dan terendam oleh material banjir lahar dingin yang datang semalam," tegas Rochim.

Fasilitas masyarakat berupa Balai Desa, Puskesmas Pembantu Kecamatan Salam dan tiga sekolahan yaitu 2 Taman Kanak-kanak (TK)dan 1 SD Negeri Sirahan II, Kecamatan Salam juga ikut terendam material lahar dingin.

"Kondisi jalan parah, saat ini sungai bentukan akibat banjir lahar dingin membelah Desa Sirahan dan mengakibatkan ribuan warga merasa was-was," imbuh Rochim.

Saat ini, warga masih bergotong-royong membersihkan rumah mereka yang terendam oleh banjir material lahar dingin. Mereka juga mencoba untuk mengevakuasi mobil dan kendaraan bermotor serta mengambil harta benda mereka yang masih bisa diselamatkan.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fay/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%