Minggu, 09/01/2011 10:49 WIB

Kasus Gayus Simbol Hukum Bisa Dibeli Orang Berduit

Nurvita Indarini - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Setelah diketahui 'jalan-jalan' ke Bali saat berada di tahanan, diketahui pula Gayus Tambunan 'melancong' ke luar negeri dengan paspor bernama Sony Laksono. Kasus Gayus dinilai menjadi simbol bahwa hukum bisa dibeli.

"Semua yang terkait dengan kasus ini (jalan-jalan Gayus) harus diproses semua. Sepaya kasus ini jadi pembelajaran buat kita semua, karena ini simbol hukum bisa dibeli oleh orang berduit," ujar pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia, Dr Mudzakir, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (8/1/2011).

Dia menambahkan, jika Gayus pergi ke luar negeri untuk mengamankan hartanya, pasti ada orang lain yang terlibat dan terkait dengan kejahatannya. Kejahatan yang dimaksud adalah yang terkait dengan dugaan mafia pajak, bukan sekadar kejahatan lolosnya dia dari tahanan dan penggunaan dokumen identitas palsu.

"Ini harus diinvestigasi. Saya setuju kalau kejahatan yang terkait pajak, KPK langsung ambil alih. Jadikan 2011 ini sebagai momentum untuk pemberantasan korupsi," imbuh Mudzakir.

Khusus untuk kasus 'jalan-jalan' Gayus, lanjut dia, bisa dibentuk tim khusus yang beranggotakan jaksa dan polisi. Dia mengandaikan tim ini semacam Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) yang pernah dibuat bertahun lalu oleh presiden untuk. Timtas Tipikor kala itu dibentuk untuk menangani kasus korupsi di lingkungan pemerintahan.

"Tidak cukup Satgas karena Satgas tidak punya kewenangan investigasi. Yang penting, di tim ini ada polisi untuk melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan serta jaksa untuk melaksanakan penuntutan," tutur Mudzakir.

Tim khusus ini, menurutnya, penting untuk mengatasi perkara khusus. Kasus Gayus, menurut dia, sudah menjadi masalah yang luar biasa sehingga perlu penanganan yang luar biasa pula.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%