Senin, 03/01/2011 10:06 WIB

PO Sumber Alam Tanggung Biaya Perawatan Korban Bus Terbalik di Pejagan

Hery Winarno - detikNews
foto: ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Bus Sumber Alam yang terbalik di tol Pejagan mengarah ke Jakarta menyebabkan 1 orang luka serius dan 7 lainnya luka ringan. PO Sumber Alam akan menanggung semua biaya perawatan bagi korban kecelakaan tersebut.

"Prinsipnya setiap ada kecelakaan seperti ini pasti kita tanggung semua biaya perawatan. Korban saat ini pun akan kita tanggung semua biaya perawatannya," ujar petugas klaim Asuransi PT Sumber Alam, Dadang, saat dihubungi detikcom, Senin (3/1/2011).

Menurut Dadang bus bernopol AA 1746 DC tersebut sedianya akan menuju Jakarta dari Jawa Tengah. Namun di Tol Pejagan, Kanci, Cirebon, bus tiba-tiba terguling hingga posisi bus terbalik. Saat ini 8 korban tersebut dirawat di RS Mitra, Plumbon, Cirebon.

"Laporan awal yang kita terima karena sopirnya ngantuk, tapi kita belum bisa konfirmasi karena sopirnya juga jadi korban," terangnya.

Nama korban luka berat dan ringan yakni Eko Suryanto (20), Dedi Wahyudi Hidayat (18), Yulianto (33), Siswodiharjo (55), Isrul Laili (20), Mahdi Supri (55), Sumarni (39), dan Arif Nurhadi (21).

Bus Sumber Alam terbalik sekitar 500 meter sebelum pintu Tol Pejagan, atau di KM 23.8, dari arah Cirebon menuju Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(her/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%