Minggu, 02/01/2011 18:16 WIB
Pemred Koran 'Lampu Hijau' Dianiaya Oknum Polisi
"Tangan saya dipelintir. Jari telunjuk dan kelingking bengkak," kata Idham saat dihubungi di Jakarta, Minggu (2/1/2011).
Pada Sabtu 1 Januari kemarin sekitar pukul 16.30 WIB, Idham yang berniat membeli bensin dengan mengendarai motor berpapasan dengan pelaku di Jl HJ. Mencong, Peninggilan, Ciledug, Tangerang. Ketika hendak keluar dari SPBU tidak disangka Iptu A langsung menghadang.
Menggunakan kaos samsat, Iptu A mencaci maki korban tanpa alasan yang jelas. Karena bingung, Idham berusaha meminta kejelasan, tetapi tidak digubris. Iptu A justru semakin emosi menarik kerah baju dan tangan korban. Kejadian ini sempat menarik perhatian warga dan para pengguna jalan.
"Saya diancam mau dibunuh. Diajak ke kuburan tapi saya nggak mau," jelasnya.
Malam harinya Idham melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya dengan No LP 04/I/2011/PMJ/UM dan langsung divisum dengan NO Visum 03/VER/I/2011/SPK UNIT "III". Pelaku dilaporkan dengan Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan.
"Perwira kok seperti itu kelakuannya. Memakai kekerasan," sesalnya.
Idham mengaku mengenal pelaku karena tinggal satu kompleks di Perumahan Taman Mutiara, Ciledug, Tangerang. Sebelum kejadian ini dirinya juga sempat mendapat ancaman melalui telpon akan dibunuh. Idham dituduh sebagai biang keladi dilengserkannya Iptu A sebagai Ketua RW 17 di perumahan tersebut.
"Dia nuduh saya bongkar aibnya. Padahal masyarakat sudah tahu, sehingga diturunkan karena dianggap menyalahgunakan wewenang," tutupnya.
(did/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
1,905 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
557 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
373 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 19:18 WIB
Pensiun dari TNI, Jenderal Edhie Pramono Ingin Fokus ke Keluarga
-
Rabu, 22/05/2013 19:05 WIB
Rumah Luthfi di Kebagusan Baru Berumur Sebulan
-
Rabu, 22/05/2013 19:03 WIB
Di Kaltim, Terdakwa Butuh Waktu 3 Jam Perjalanan ke Pengadilan
-
Rabu, 22/05/2013 18:57 WIB
Ahmad Zaky: Saya Mau Kooperatif dengan KPK
-
Rabu, 22/05/2013 18:56 WIB
Usut Setoran Aiptu Labora ke Atasan, Polri Minta Bantuan PPATK
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Polisi Tetapkan Wabup Bogor Tersangka Video Porno, Diperiksa Kamis Besok
-
Rabu, 22/05/2013 18:15 WIB
Ada Hubungan Apa Luthfi dan Darin Mumtazah? Ini Kata Dewan Syariah PKS
-
Rabu, 22/05/2013 18:36 WIB
Siswa SMP Heroik: Desa Saya Tak Boleh Jadi Tempat Perkosaan!
-
Rabu, 22/05/2013 17:19 WIB
Aksinya Digagalkan 3 Siswa SMP, Pelaku Percobaan Perkosaan: Saya Khilaf
-
Rabu, 22/05/2013 18:04 WIB
Ahmad Zaky Jelaskan Soal Insiden 'Kabur' di DPP PKS
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Cerita Siswa SMP Abdurrahman Soal Sogokan Rokok dari Pelaku Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 17:45 WIB
Harga Rumah Luthfi di Kebagusan Rp 2 M, Cicilannya Rp 300 juta
-
Rabu, 22/05/2013 16:27 WIB
Cerita Politikus PKS Tamsil Linrung Soal Kenakalan Fathanah
-
433 Komentar
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 15:40 WIB
Jenguk Anggota Kopassus Tersangka Kasus Cebongan, Warga Yogya Gelar Ritual
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
