Rabu, 29/12/2010 09:06 WIB

Tak Dapat Tiket Final AFF? Nonton Bareng Saja di 208 Lokasi

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Bagi Anda yang tidak kebagian tiket final leg kedua Piala AFF Indonesia versus Malaysia, janganlah kecewa. Anda bisa nonton bareng melalui layar lebar yang rencananya digelar di 208 lokasi di Ibukota.

"Memang nonton langsung sama nonton dari layar beda, tapi kalau nonton ramai-ramai kan beda," kata juru bicara Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Cucu Ahmad Kurnia, di Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Menurut dia, Fauzi Bowo telah meminta walikota agar menggelar nonton bareng final Piala AFF di kelurahan dan kecamatan. Tujuannya adalah agar warga tidak perlu berbondong-bondong datang ke GBK.

"Ini karena animo masyarakat tinggi untuk menyaksikan itu, jadi ada instruksi untuk itu. Tiket kan terbatas dan kapasitas Gelora Bung Karno (GBK) juga terbatas, jadi untuk menyalurkan adrenalin warga ya digelar nonton bareng," terang Cucu.

Menurut dia, nonton bareng digelar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Hingga Selasa kemarin, sudah 50 persen walikota yang mengkonfirmasi akan menggelar nonton bareng.

"Semoga hari ini sisanya akan mengkonfirmasi. Pak Gubernur juga sudah menyurati mal-mal untuk menggelar nonton bareng, beberapa sudah konfirm," tutup Cucu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%