Detik.com News
Detik.com
Selasa, 21/12/2010 14:01 WIB

Majelis Kehormatan Hakim

Surat Akil Mochtar untuk Mahfud MD

Ramadhian Fadillah - detikNews
Halaman 1 dari 2
 Surat Akil Mochtar untuk Mahfud MD Akil Mochtar/Dok MK
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Hal ini berdasarkan surat dari hakim konstitusi Akil Mochtar yang meminta agar MK membentuk MKH agar nama baik MK dan para hakim MK bisa dipulihkan.

Surat tersebut dikirim oleh Akil kepada Ketua MK Mahfud MD pada 13 Desember lalu. Isi surat dibagikan kepada wartawan oleh Mahfud dalam jumpa pers di kantor MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/12/2010).

Dalam surat itu, Akil dengan tegas meminta dirinya diperiksa. Namun jika terbukti tidak bersalah, dia akan menuntut pertanggungjawaban pidana kepada pihak-pihak yang sengaja menuduh dirinya melakukan tindakan pemerasan.

Berikut isi lengkap surat Akil kepada Mahfud:

Kepada Yth
Ketua Mahkamah Konstitusi
di Jakarta

Perihal: Pembentukan Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi

Assamualaikum Wr WbNext

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%