Detik.com News
Detik.com

Senin, 13/12/2010 13:27 WIB

Dugaan Suap

Bupati Simalungun JR Saragih Tiba di MK

Fajar Pratama - detikNews
 Bupati Simalungun JR Saragih Tiba di MK JR Saragih
Jakarta - Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih tiba di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). JR Saragih masih menunggu untuk bertemu Ketua MK Mahfud MD.

JR Saragih yang mengenakan baju safari warna hitam tiba di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/12/2010) pukul 12.30 WIB. Ia didampingi 4 orang.

JR Saragih lalu menuju ruang Sekjen MK Janedjri M Gaffar di lantai 11. Ia menunggu di dalam ruangan itu.

"Yang perlu dicatat, kedatangan Bupati Simalungun inisiatif dia sendiri, bukan karena panggilan kita. Dia sedang menunggu di ruang," kata Janedjri.

Menurut dia, JR Saragih posisinya sedang menunggu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. "Pak Mahfud sedang ada acara di luar namun sudah sedang dalam perjalanan. Pertemuan di ruangan Mahfud," ujar dia.

Hakim MK Akil Mochtar pada Jumat lalu mengadukan JR Saragih dan pengacaranya, Refly Harun, ke KPK karena tidak terima dituding menerima suap. Pengaduan itu berdasarkan keterangan Refly Harun dan Mahesa Prabandono yang mengatakan Bupati Simalungun, JR Saragih, akan menyogok Akil Rp 1 miliar. Mahesa adalah kuasa hukum yang satu tim dengan Refly. Di sanalah terjadi transaksi tawar menawar pada 22 September 2010. Disebut Refly, uang Rp 1 miliar itu untuk hakim MK.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%