Minggu, 12/12/2010 21:24 WIB

Inilah Isi Puisi Walikota Yogyakarta, 'Jangan Lukai Merah Putih'

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Herry Zudianto
Jakarta - Prihatin dengan polemik seputar RUU Keistimewaan DIY, Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, menurunkan bendera Merah Putih di halaman rumahnya menjadi setengah tiang. Dia juga membacakan puisi buatannya sendiri yang diberi judul 'Jangan Lukai Merah Putih'.

"Keprihatinan saya bahwa polemik RUUK DIY menimbulkan gejala perpecahan bangsa Indonesia yang artinya melukai Merah Putih," kata Herry saat dihubungi detikcom, Minggu (12/12/2010).

Peraih penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award 2010 ini menuturkan, apa yang dilakukannya semata-mata sebagai anak bangsa yang ditakdirkan lahir dan menetap di Yogyakarta. Bukan sebagai Walikota Yogyakarta.

Berikut isi puisi 'Jangan Lukai Merah Putih':

Jangan Lukai Merah Putih

65 Tahun Bendera Merah Putih Berkibar di Bumi Indonesia
65 Tahun Semangat Merah Putih Berkibar di Hati Sanubari Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia telah menoreh Sejarahnya,
Sejarah yang ditopang oleh cita-cita,
Sejarah yang ditopang oleh Komitmen,
Sejarah yang ditopang oleh Pengorbanan,
Sejarah yang ditopang oleh Kesepakatan,
Sejarah yang ditopang oleh Kebersamaan dalam Kebhinekaan,Next

Halaman 1 2
(feb/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%