Kamis, 09/12/2010 07:11 WIB

Tabloid Suara Islam Akan Beri Keterangan Soal Berita Apartemen Syafii

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Tabloid Suara Islam disomasi Syafii Maarif terkait pemberitaan soal apartemen mewah milik Syafii. Pihak Syafii merasa tidak pernah dikonfirmasi soal pemberitaan itu. Menanggapi hal tersebut, Tabloid Suara Islam mengaku sudah menghubungi Syafii.

"Selama dua bulan kami sudah mencoba menghubungi Syafii Maarif. Tetapi beliau
sulit sekali untuk dimintai konfirmasinya. Kami sudah memberi tahu ingin
wawancara, tapi tidak dijawab," ujar sekretaris redaksi Suara Islam, M Shodiq
Ramadhan kepada detikcom, Kamis (9/12/2010).

Pihak Tabloid Suara Islam pun akan menggelar jumpa pers siang ini untuk menjawab somasi dari Syafii sekaligus menjelaskan soal kronologis pemberitaan tersebut. Jumpa pers akan digelar di Kantor M Lutfie Hakim & Partners di Jl Jeruk nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat.

"Nanti akan ada penjelasan lengkap dari kami terkait pernyataan pers Syafii beberapa waktu lalu," jelas Shodiq.

Menurut Shodiq pihak redaksi akan hadir bersama kuasa hukum Suara Islam, Munarman.

Sebelumnya, Syafii Maarif merasa difitnah oleh tabloid Suara Islam. Dalam pemberitaan, dia dituding menerima apartemen senilai Rp 2 miliar dari Aburizal Bakrie alias Ical. Syafii pun akan melaporkan Suara Islam ke Dewan Pers.

Mengenai apartemen tersebut, Syafii mengaku apartemen itu adalah milik temannya.
Bukan diberi oleh Ical. Pihak Ical sendiri telah membantah memberi apartemen pada Syafii.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rdf/lia)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%