detikcom
Kamis, 02/12/2010 12:10 WIB

Ayah Pengacara Farhat Abas Diisukan Bakal Lolos Mudah Masuk KY

Rachmadin Ismail - detikNews
Abbas Said
Jakarta - Seleksi calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) memang belum selesai. Namun ada empat nama yang mulai santer dibicarakan menjadi calon kuat komisioner KY. Salah satunya adalah Abbas Said, ayah pengacara Farhat Abbas.

Abbas Said bahkan diisukan bakal lolos mudah melenggang masuk KY. Abbas saat ini masih menjabat sebagai hakim agung. Bahkan, sejumlah Komisi III DPR disebut-sebut sudah menetapkan namanya sebagai komisioner dan menjadi ketua KY menggantikan Busyro Muqoddas.

"Ada yang sudah menyusun paket calon anggota KY yang akan diperjuangkan di DPR dengan imbalan para calon tersebut setuju untuk memilih Abbas Said menjadi ketua KY," tulis sebuah dokumen yang beredar di anggota komisi III DPR, Kamis (2/12/2010).

Indikasi ini sepertinya bukan isapan jempol semata. Sebab, Abbas dikabarkan mendapat dukungan penuh dari Fraksi PDI Perjuangan karena sang anak, Farhat Abbas, kini menjabat sebagai anggota divisi hukum PDI Perjuangan.

Saat dikonfirmasi Farhat membenarkan kalau dia menjabat di divisi hukum PDI Perjuangan. Namun dia mengelak jika partai banteng moncong putih sudah memberikan dukungan mutlak pada ayahnya.

"Saya baru aja di PDIP. Tapi kalau dukungan itu tergantung hasil fit and proper test, saya nggak ikut-ikutan itu," jelas Farhat pada detikcom.

Farhat juga membantah jika ayahnya berambisi untuk menjadi ketua KY. Termasuk menggunakan cara ilegal untuk memenangkannya sebagai komisioner KY.

"Insya Allah nggak aneh-anehlah. Ayah saya bukan mengejar jabatan karena dia kan masih aktif belum pensiun. Beliau ikut semata-mata untuk perbaikan mahkamah agung," tegas Farhat membantah isu ayahnya menggunakan uang untuk menjadi komisioner KY.

Selain Abbas, ada 3 nama lain yang juga santer diberitakan lolos. Mereka adalah Ibrahim, Jaja Ahmad, dan Mangasa Manurung. Saat dikonfirmasi, sejumlah anggota Komisi III DPR belum mau memberi kepastian soal kabar ini.

Ketua Komisi III Benny K Harman menegaskan, fit and proper test belum selesai. Jadi, belum ada kepastian soal kabar itu.

"Belum tau mas, uji kelayakan belum selesai," jawab Benny.

"Semua masih berpeluang. Nggak ada, itu semua tergantung hasil penilaian," tegas anggota komisi III Nasir Djamil.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mad/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%