Detik.com News
Detik.com
Rabu, 01/12/2010 22:33 WIB

Perkuat Keamanan Perairan, Polisi Air Tambah 5 Kapal Patroli

Lia Harahap - detikNews
Perkuat Keamanan Perairan, Polisi Air Tambah 5 Kapal Patroli
Jakarta - Memperingati hari jadinya ke 60, Kepolisian Air Mabes Polri berharap dapat
memperkuat kekuatan mereka. Penambahan kekuatan itu diikuti dengan pengadaan 5 buah kapal patroli.

"Untuk ke depan kita upayakan ada penambahan kapal-kapal ya. Sementara ini 5," ujar Dir Polisi Air Baharkam Mabes Polri Brigjen Budi Untung usai menghadiri HUT
Kepolisian Air dan Udara, di Mako Kepolisian Air Mabes Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/12/2010).

Kapal yang akan ditambah untuk tahun 2011 ini lanjut Budi, merupakan kapal tipe B dantipe C. Penambahan jumlah kapal tersebut diperkirakan 100 buah kapal."Kita mungkin akan mendapatkan 100 kapal ya dari berbagai tipe baik C atau B," kata Budi Untung.

Untuk tipe C, rencananya akan ditambah sebanyak 60 buah. Sedangkan untuk yang tipe
B, hanya akan menambahkan 3 buah kapal. "Untuk tipe C itu, ada C1, C2, C3, C2 itu kita ada dapat 50, C3 ada 28 ya," paparnya.

Penambahan itu, lanjut Budi, tidak lain untuk memperkuat Indonesia di wilayah
perairan. "Dan semua itu kita gelar untuk menambah kekuatan kita dan akan kita distribusikan ke wilayah-wilayah perairan kita," jelasnya.

Dalam rangka peningkatan keamanan di perairan, Polisi Air lanjut Budi juga akan
terus meningkatkan operasi untuk mencegah maraknya ilegal loging dan ilegal fishing. Dengan begitu, kejahatan dan kekayaan negara akan tetap terlindungan.

"Kita tetap operasi terus, termasuk ilegal fishing. Kita akan tindak kejahatan yang menyangkut kejahatan terhadap kekayaan negara," tegasnya.

Berbagai operasi untuk peningkatan keamanan ini, lanjut Budi akan terus digelar.
Untuk Desember ini, Polisi Air segera melakukan razia ilegal fishing.

"Khususnya menyangkut ilegal fishing, yang sandinya kita sebut operasi jaring pada
awal Desember ini. Dan pasti itu akan kita tingkatkan," tegasnya.

"Dan ini berterus kita lakukan secara konferhensif untuk menindak pelanggaran hukum yang terjadi di laut," tandasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lia/fiq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%