Rabu, 01/12/2010 08:32 WIB

Dr-Eng Eniya Listiani Dewi, Mengubah Hidrogen Menjadi Listrik

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Listrik yang dihasilkan dengan tenaga uap, air dan bahan bakar minyak itu sudah biasa. Tapi bagaimana jika energi untuk kebutuhan sehari-hari dihasilkan dari gas hidrogen?

Adalah Dr-Eng Eniya Listiani Dewi (36) yang mewujudkan rekayasa teknologi sel bahan
bakar (fuel cell), yakni sumber energi alternatif penghasil listrik yang ramah lingkungan, dengan hanya mereaksikan gas hidrogen dengan oksigen secara elektrokimia.

"Dari proses itu maka diperoleh listrik, panas dan air murni, tanpa suara, tanpa emisi dan fleksibel dengan berbagai macam ukuran sesuai kebutuhan," kata Eniya, peraih Penghargaan Habibie Award 2010 di bidang Ilmu Rekayasa.

Hal itu disampaikannya usai acara penyerahan Habibie Award di Hotel Sultan, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Eni, sapaan akrabnya, awalnya tidak menyangka akan mendapatkan Habibie Award. Sebab, katanya, persyaratan untuk meraih penghargaan itu cukup sulit, disamping tentunya komitmen, dedikasi dan pencapaian.

"Habibie Award ini terkenal sulit ditembus," kata ibu tiga anak itu.

Setelah mendapat penghargaan prestisius itu, Eni berharap bisa mengembangkan penemuannya itu hingga kemanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai cita-cita awal, ia ingin sekali ilmunya mengubah hidrogen menjadi listrik diterapkan dalam sebuah perumahan.

"Fuel cell di perumahan bisa menghemat penggunaan energi sampai 80 persen," kata peraih gelar doktor dari Universitas Waseda di Jepang ini.

Mengenai pengalaman terjun ke dunia sains, Eni mengaku karena ketidaksengajaan. Awalnya, saat mendapat beasiswa di Jepang, ia justru mengambil jurusan teknik informatika. Tapi melihat prestasi akademiknya, Eni justru diarahkan dosennya ke bidang kimia terapan, dan berlanjut hingga ia mendapat sejumlah penghargaan.

"Padahal saya dulu pernah membayangkan tidak mau pakai jas putih-putih di lab," kata
peraih Mizuno Award dan Koukenkai Award di Jepang ini.
(lrn/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%