Selasa, 30/11/2010 20:47 WIB
RUU DIY Juga Harus Tetapkan Tradisi Pemilihan Sultan
"Paling tidak ada 3 hal yang harus ditetapkan dalam RUU DIY agar itu tidak terus diubah-ubah oleh politisi," kata GBPH Prabukusumo, adik Sultan Hamengkubuwono X, melalui telepon, Selasa (30/11/2010).
Lebih lanjut pria yang menjabat Ketua DPD PD DIY ini menjabarkan tiga aturan yang perlu ditetapkan sebagai antisipasi segala kemungkinan di masa mendatang. Yaitu aturan mengenai;
1. Sultan otomatis menjadi Gubernur DIY.
Bila akhirnya Sultan otomatis menjabat Gubernur DIY seperti selama ini, perlu ada titik temu antara tradisi yang berlangsung di Kraton dengan kualifikasi yang pemerintah tetapkan bagi calon Kepada Daerah. Seperti syarat pendikan, batas usia minimal dan maksimal, kesehatan jasmani dan rohani serta tidak terlibat pidana.
"Maka dengan demikian Sultan punya kewajiban mendidik anak-anaknya dengan baik agar mereka mampu dan layak memimpin Yogyakarta kelak," sambung Prabu.
2. Sultan tidak mau menjadi Gubernur DIY.
Tidak tertutup kemungkinan kelak ada Sultan yang menolak untuk juga memimpin pemeritahan DIY. Bisa karena alasan usia sudah lanjut atau kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya secara efektif jalan pemerintahan daerah.
Menurut tradisi Kraton, bila Sultan berhalangan akan diwakili oleh kerabat kandungnya dari keturunan pertama ayahnya yang tentunya tetap harus memenuhi kualifikasi untuk menjadi Kepala Daerah. Bila tetap tidak ada, maka akan diserahkan jabatan Gubernur itu kepada Paku Alaman.
"Tapi tetap Kraton yang menentukan siapa penggantinya. Tinggal nanti dari Kemendragri melakukan verifikasi tidak tercelanya calon yang bersangkutan," sambungnya.
3. Sultan tidak bisa menjadi Gubernur DIY.
Sebagai manusia biasa, sudah tentu Sultan punya keterbatasan baik fisik dan psikis. Maka sudah pasti perlu ada periodesasi sebagai gubernur untuk menjaga kelangsungan pemerintahan daerah tetap berjalan.
Bahkan bisa saja Sultan terkena masalah perdata atau pidana sehingga tidak bisa lagi menjadi Gubernur, sebagaimana diatur dalam UU mengenai Pemerintahan Daerah. Namun lengser sebagai Gubernur tidak otomatis berpengaruh terhadap posisi sebagai Sultan yang bisa disandang sepanjang usianya sebab merupakan gelar budaya.
"Misalnya kelak ada Sultan yang belum cukup usianya untuk menjabat sebagai Gubernur. Menurut tradisi Kraton, maka akan dipilih siapa dari keturunan pertama yang ditetapkan untuk mewakilinya hingga dia cukup umur," sambung Prabu.
Menurutnya semua kemungkinan tersebut sudah ada contoh kasusnya dalam sejarah Kraton. Termasuk prosedur yang Kraton tempuh mengatasi semua kasus tersebut sesuai dengan tradisi berlaku.
"Tapi itu perlu ditetapkan dalam payung hukum yang jelas dan tegas, sehingga pemilihan Sultan dan penggantinya tidak disalahpahmi atau disalahgunakan pihak tertentu," tegas Prabu.
(lh/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
723 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
607 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
603 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
554 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
513 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 20:23 WIB
DKPP Berikan Sanksi Peringatan kepada KPU
-
Selasa, 21/05/2013 20:18 WIB
Kebakaran di Basement MTC Karebosi Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Selasa, 21/05/2013 19:58 WIB
Haji Musim Ini Start Berangkat 10 September
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 18:33 WIB
Kata Anggota Majelis Syuro PKS Soal Pushtun
-
Selasa, 21/05/2013 17:55 WIB
Ibunda Darin Sering Sebut 'Bos', Siapa Dia?
-
Selasa, 21/05/2013 17:56 WIB
Pria Australia Tak Sengaja Rekam Kekasih Berselingkuh dengan Anaknya
-
Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
-
358 Komentar
-
235 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:48 WIB
Ayo Lunasi Biaya Naik Haji Mulai 22 Mei Sampai 12 Juni
-
Selasa, 21/05/2013 15:35 WIB
Sohibul Iman Bicara Solusi Penyelamatan PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
